Sabtu, 27 Oktober 2018 17:59

Leuwigajah jadi KSB Kedua di Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
 Kementrian Sosial bersama Pemerintah Kota Cimahi menetapkan Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB), Sabtu (27/10/2018).
Kementrian Sosial bersama Pemerintah Kota Cimahi menetapkan Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB), Sabtu (27/10/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Kementrian Sosial bersama Pemerintah Kota Cimahi menetapkan Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB), Sabtu (27/10/2018).

Dengan ditetapkannya Kelurahan Leuwigajah, maka KSB di Kota Cimahi menjadi dua setelah tahun lalu Kelurahan Cipageran juga dikukuhkan sebagai KSB.

Baca Juga : Tekan Resiko Korban Bencana Alam, Kementrian Sosial Bentuk 567 KSB

Penetapan KSB dilakukan pada pelaksanaan apel di Lapangan Poral Jalan Kihapit Kel. Leuwigajah Kota Cimahi. Sebelum penetapan, selitar 60 warga bersama dengan petugas Badan Penanggungulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait lainnya di Kota Cimahi menggelar simulasi hingga penyuluhan tentang bencana hingga pelatihan prosedur penanganan kebencanaan berbasis masyarakat.

Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penanggulangan bencana adalah tanggung jawab semua pihak bukan hanya pemerintah.Termasuk masyarakat umum.

"Masyarakat adalah pihak pertama yang langsung berhadapan dengan ancaman bencana. Kesiapan masyarakat menentukan besar kecilnya dampak bencana," ujarnya.

Apel siaga merupakan bentuk kesadaran bersama bahwa rentetan bencana yang terjadi di tanah air merupakan rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu aktivitas serta kehidupan masyarakat. Berbagai kejadian bencana tersebut tidak jarang mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda dan dampak psikologis para korban.

Bencana juga menimbulkan permasalahan lain seperti pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang mengungsi, kerawanan penyakit menular, serta masalah keamanan harta benda yang ditinggalkan.

Merujuk data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kawasan Bandung Raya sebelah utara dan barat laut yang termasuk Kota Cimahi memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena termasuk dalam kawasan sesar lembang. Sehingga berpotensi menimbulkan bencana gempa bumi dan tanah longsor, juga potensi bencana lainnya seperti kebakaran, banjir dan kekeringan.

Diperlukan langkah-langkah proaktif dan preventif dari seluruh stakeholder terkait bidang penyelenggaraan penanggulangan bencana, untuk membantu masyarakat yang bakal terkena dampak bencana.

"Semoga kegiatan ini ada tindak lanjut secara kontinyu dan menghasilkan komitmen bersama membudayakan kepedulian terhadap lingkungan agar tercipta kelestarian demi kelangsungan hidup generasi penerus kita di masa mendatang dan berdoa agar bencana tidak terjadi,"imbuhnya.

Baca Lainnya