Sabtu, 18 Juli 2020 12:51

Lesu Dihantam Korona, Bambu Adang Merambah jadi Miniatur Rumah

Reporter : Fery Bangkit 
 miniatur rumah berbahan bambu.
miniatur rumah berbahan bambu. [Foto istimewa]

Bandung Barat - Kreatifitas dapat muncul ditengah keterpurukan ekonomi. Seperti yang dialami Adang Muhidin. Pria 46 tahun ini berhasil membuat produk berbahan bambu terbaru.

Dengan bahan bambu, pria yang tinggal di Jalan Raya Batujajar, Cimareme, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki ide untuk membuat miniatur rumah yang memiliki nilai cuan yang cukup menggiurkan.

Saat ditemui pada Sabtu (18/7/2020), Adang menceritakan awal mula membuat miniatur rumah berbahan bambu. Inspirasi itu muncul saat usaha kerajinan pembuatan jam dan berbagai alat musik milik Adang terpuruk karena wabah virus korona (Covid-19).

Adang Muhidin. Pria 46 Pengrajin Rumah Miniatur Berbahan Bambu.

Usahanya terdahulu yang sama-sama berbahan bambu itu tak bisa berjalan karena pengiriman barang baik ke luar daerah di Indonesia maupun ke luar negeri dihentikan imbas dari wabah Covid-19.

"Padahal harusnya awal Maret itu saya ke Malayasia ngirim pesanan. Nilainya puluhan juta, tapi keburu lockdown," ungkap Adang.

Omset sekitar Rp 200 juta per bulan yang seharusnya didapat Adang dari usaha berbagai macam jam tangan dan alat musik tiba-tiba merosot tajam.

"Malah sejak Covid-19 pendapatan minus, nol persen. Kan kita gak bisa ngirim pesanan," terang Adang.

Kondisi tersebut membuat pria berambut gondrong itu coba-coba membuat miniatur rumah berbahan dasar bambu. Dari situ insting bisnis Adang berjalan. Tapi ia sadar tak bisa membuat kerajinan tersebut hanya seorang diri.

"Lalu saya ngontak temen, sesama pengrajin juga. Kita buat bareng-bareng. Karena saat itu penjualan masih sulit, kita coba upload di media sosial," sebut Adang.

Pepatah usaha tak akan mengkhianati hasil pun nampaknya dialami Adang dan teman-temannya. Sebab dari sekedar iseng hingga postingan di media sosial, miniatur rumahnya mulai diminati pemesan dari berbagai daerah.

Untuk pemesan saat ini masih berkisar dari Jakarta dan yang terjauh dari wilayah kalimantan. "Pertama itu cuma kejual 2, dari situ mulai kita perbanyak," ujar Adang.

Miniatur rumah yang dibuat Adang dibandrol dengan harga yang beragam. Tergantung ukuran. Untuk ukuran terkecil yakni 15 centimeter dihargai Rp 200 ribu per unit.

Untuk membuat miniatur rumah berbahan bambu itu, Adang menggandeng lima temannya. Dari tenaga yang ada, 8-10 unit bisa tergarap dalam sehari.

"Untuk ukuran paling kecil, biasanya kita bisa buat sampai 10 unit," ucap Adang.

Saat ini, Adang dan teman-temannya tengah mengembangkan konsep maket kampung bambu berukuran 1x1 meter. Di dalam maket tersebut, ada 5-7 miniatur rumah berbahan bambu yang dilengkapi dengan fasilitas lainnya.

Harga maket kampung bambu tentunya berbeda dengan miniatur kecil. Harga minimalnya Rp 10 sampai 15 juta. Sebab, tingkat kesulitan dan modal yang harus dikeluarkan pun cukup lumayan untuk membuat satu maket.

"Waktu pembuatannya juga cukup lama, bisa 3 minggu sampai sebulan," tutur Ajay. 

 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer