Jumat, 10 Januari 2020 13:01

Lelang Revitalisasi Pasar Tagog Seharga Rp 80 Miliar Kembali Dibuka

Reporter : Fery Bangkit 
Pasar Tagog Padalarang KBB
Pasar Tagog Padalarang KBB [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Proses lelang revitalisasi Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dilanjutkan tahun ini. Tahun sebelumnya, proyek senilai Rp 80 miliar itu gagal dilelang sebab tidak ada satupun peminat yang memenuhi syarat.

Dari lima perusahaan yang mengambil dokumen lelang seperti PT Lentera Bahari Putra Mas (Jakarta), PT Reka Konstruksi (Jakarta), PT Gita Internusa (Jakarta), PT Bangun Bina Persada (Bekasi), dan PT Rimba Arta Bangun (Bogor) hanya tiga yang menyerahkan dokumen penawaran.
Meski begitu, ketiga perusahaan tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi untuk proyek revitalisi tersebut.

Pasar Tagog Padalarang

"Ketiga perusahaan itu tidak memenuhi syarat, otomatis proses tidak bisa dilanjutkan. Jadi artinya harus lelang ulang," ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Ricky Riyadi saat dihubungi, Jumat (10/1/2020).

Berdasarkan aturan, selain perusahaan yang mengikuti lelang harus memiliki modal, perusahaan tersebut pun mesti memiliki pengalaman membangun serta mengelola pasar tradisional.

Dengan gagalnya, proses lelang sebelumnya, dia menyebutkan, Januari ini lelang revitalisi Pasar Tagog kembali dibuka dengan target bulan Maret mendatang sudah ada pemenangnya sehingga. Kemudian April bisa dilanjutkan untuk proses nota kesepahaman berupa Momerendum of Understand (MoU) dan perjanjian kerja sama.

"Sekitar April dan Mei nanti sudah dibangun tempat penampungan sementara (TPS) untuk para pedagang. Memang jadwal ini kami sesuaikan biar pedagang sampai Idul Fitri yang jatuh pada bulan Mei itu bisa berjualan di pasar lama," jelasnya.

"Nah, sesudah Idul Fitri, baru menempati TPS yang masih di sekitar Padalarang karena pasar lama akan mulai direvitalisasi," sambung Ricky.

Dikatakannya, dibukanya lelang ulang proyek revitalisasi berlaku untuk semua perusahaan yang tertarik. Termasuk bisa diikuti kembali oleh tiga perusahaan yang gagal dalam lelang sebelumnya.

"Dengan lelang ini kami buka kesempatan yang seluas-luasnya untuk perusahaan yang tertarik membangun dan mengelola pasar tradisional. Tapi kami harap pemenang bisa mengakomodir aspirasi pedagang supaya tidak timbul masalah yang menghambat revitalisasi pasar ini," pungkasnya.

Baca Lainnya