Selasa, 24 Juli 2018 16:48

Lebarkan Jalan, Sebanyak 17 Pohon di Sekitar Pusdik Armed Dikorbankan

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Tengah Memangkas Pohon Depan Pusdik Armed. Pohon Tersebut akan Ditebang untuk Mendukung Pelebaran Jalan.
Petugas Tengah Memangkas Pohon Depan Pusdik Armed. Pohon Tersebut akan Ditebang untuk Mendukung Pelebaran Jalan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pelebaran jalan di depan Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik armed) Kota Cimahi memaksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi harus menebang 17 pohon.

Hingga kini, sudah ada tiga pohon yang ditebang, satu diantaranya jenis pohon mahoni. Saat ini pihak DLH Kota Cimahi tinggal menunggu arahan terkait rencana pelebaran jalan tersebut dari Wakil Wali Kota Cimahi dan pihak dari Pusdik Armed.

Baca Juga : Pemkot Cimahi dapat Lampu Hijau dari Pusdik Armed untuk Lebarkan jalan di Pertigaan Baros

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Ade Ruchiyat mengatakan, ditebangnya pohon yang ada di depan Pusdik Armed itu lantaran akan menghambat pelebaran jalan.

"Semuanya ada 17 pohon yang ditebang. Itu karena disatu sisi ada trotoar dan disisi lain ditanam pohon jadi untuk pelebaran jalan akan terganggu," ujar Ade saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Selasa (24/7/2018).

Baca Juga : Alhamdulillah. . . . Pengajuan Hibah Lahan dari Pusdik Armed untuk Pelebaran Jalan di ACC

Sebelumnya, pihak Pusdik Armed mememberikan hibah tanah 4 meter kepada Pemerintah Kota Cimahi untuk pelebaran jalan di Pertigaan Baros, Kota Cimahi. Pelebaran tersebut dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi.

Menurutnya, penebangan 17 pohon tersebut tidak sembarangan lantaran ada fungsinya dan akan bermanfaat bagi masyarakat luas untuk pelebaran jalan agar kondisi arus lalu lintas di jalan tersebut tidak semakin crowded.

"Memang pohon itu kita butuh tapi tidak menunjang kegiatan dan usaha-usaha lain yang dibutuhkan Kota Cimahi. Jadi bukan berarti masyarakat yang ingin menebang pohon dipersulit tapi Pemkot mudah. Lihat dulu urgensinya," kata Ade.

Namun, kata Ade, terkait penebangan pohon tersebut, pihaknya memastikan tidak ada protes dari masyarakat setempat, malah ada masyarakat yang meminta pohon disekitar rumahnya untuk ditebang karena mengganggu lingkungan.

"Jadi bagi kami jika pohon itu menganggu arus lalulintas, mengganggu pencahayaan, kita akan menoping yang masuknya pemeliharaan," ujarnya.

Ade melanjutkan, pihaknya akan mengganti pohon yang sudah ditebang itu dari pohon pemberian Balai Pengelolaan DAS Ciliwung yang akan ditanam ditempat yang lain, khusunya disekitar Pusdik Armed.

"Dari BPDAS Ciliwung itu kita mendapat bantuan sebanyak 5000 pohon. Itu sebagai bentuk perhatian dari mereka untuk menunjang mengembalikan ekosistem," katanya.

Foto:Petugas Tengah Memangkas Pohon Depan Pusdik Armed. Pohon Tersebut akan Ditebang untuk Mendukung Pelebaran Jalan.

Baca Lainnya