Senin, 22 Januari 2018 15:28

LBH Sumedanglarang Advokasi Hukum SDN Ibu Siti Djenab Cianjur

Reporter : Jumadi Kusuma
SDN Ibu Siti Djenab yang merupakan aset bersejarah dan bernilai tinggi yang telah berusia lebih dari seratus tahun.
SDN Ibu Siti Djenab yang merupakan aset bersejarah dan bernilai tinggi yang telah berusia lebih dari seratus tahun. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Rencana alih fungsi lahan SDN Ibu Siti Djenab I cianjur menjadi lahan parkir oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur menyedot perhatian sejumlah pihak, diantaranya para budayawan Cianjur dan juga diwarnai unjuk rasa oleh Aliansi Rakyat Sugih Mukti, bahkan sejarawan yang juga Guru Besar Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung Prof. Dr. Nina Herlina Lubis akan menyerahkan dokumen Ibu Siti Djenab untuk didaftarkan sebagai cagar Budaya.

Sementara itu Memet Hakim cucu dari Siti Djenab dalam siaran pers yang diterima limawaktu.id menyatakan SDN Ibu Siti Djenab merupakan aset bersejarah dan bernilai tinggi yang telah berusia lebih dari seratus tahun atau satu abad, "Dalam rangka menyelamatkan aset tersebut rencananya hari Selasa besok (23/1/18) bertempat di Jl. Bengawan No. 34 Kota Bandung akan diadakan acara serah terima dokumen Ibu Siti Djenab dari Prof. Dr. Nina Herlina Lubis kepada Ketua Tim BCG Dr. Lufti Yondri sebagai bahan pendaftaran Cagar Budaya".

Selain itu kata Memet, akan ada penyerahan dokumen pernyataan tanah wakaf dari Pepep Djohar Budayawan Cianjur kepada Susane Febriyati Soeriakartalegawa, SH yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (lbh) Sumedanglarang untuk ditindaklanjuti ke pihak kepolisian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai bahan mengoreksi dokumen tanah yang ada.

Baca Lainnya