Rabu, 20 Februari 2019 18:02

Kurangi Volume Sampah, Pemkab Bandung Gencar Kampanyekan 'Ogah' Gunakan Kantung Plastik untuk Belanja

Reporter : Iman
Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan saat meninjau ke salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Sayati, Rabu (20/2/2019).
Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan saat meninjau ke salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Sayati, Rabu (20/2/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Toko modern atau minimarket di Kabupaten Bandung diimbau untuk meniadakan penggunaan kantong plastik sebagai tempat membawa barang belanjaan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang ada selama ini.

Untuk mendorong budaya tak menggunakan kantong plastik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung gencar melakukan sosialisasi.

Seperti yang dilakukan oleh Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan saat meninjau ke salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Sayati, Rabu (20/2/2019). Ia meminta masyarakat membawa sendiri tempat untuk berbelanja.

"Ada permasalahan jumlah kantong plastik susah dihilangkan. Upaya edukasi terus dilakukan di lingkungan sekolah dan perbelanjaan besar," ujarnya seusai melakukan peninjauan.

Menurutnya, dengan penggantian kantong untuk menampung produk-produk konsumen dari kantong plastik menjadi yang ramah lingkungan akan mengurangi masalah lingkungan. Sehingga sampah kantong plastik bisa berkurang.

Ia menuturkan, sosialisasi dimulai di pusat perbelanjaan modern. Kemudian setelah berjalan maka akan dilanjutkan ke pasar-pasar tradisional. Pihaknya juga mengaku sudah berkomunikasi dengan perusahaan kantong plastik membahas peredaran barang tersebut.

"Kita membahas dengan perusahaan kantong plastik dan sejauh mana peredarannya bisa dibatasi tapi tidak merugikan pengusaha," katanya.
 
Gun Gun berharap agar masyarakat sebelum berbelanja membawa kantong tempat menyimpan barang. Sehingga ketika di pusat perbelanjaan tidak susah mencari kantong. Atau menurutnya, konsumen bisa membeli kantong ramah lingkungan di pusat perbelanjaan tersebut.

Head Of Corporation Superindo, Yuvlinda Susanto mengaku perusahaan mendukung inisiatif dari pemerintah Kabupaten Bandung agar konsumen tidak menggunakan kantong plastik. Pihaknya mengaku menyediakan tiga pilihan alat yang bisa digunakan konsumen untuk menampung barang.

"Kami menyediakan tiga pilihan, diantaranya kardus untuk menyimpan barangnya. Kalau kantong plastik itu pilihan terakhir," ungkapnya.

Baca Lainnya