Warga Kampung Cikawati, Desa Pakuhaji, Ngamprah, mengantre bantuan air bersih yang disalurkan DPD PPNI KBB, bersama Dinas Perkim, BPBD, Granat KBB, dan anggota DPRD KBB dari Fraksi PKB melalui Program Peduli Kekeringan.
Warga Kampung Cikawati, Desa Pakuhaji, Ngamprah, mengantre bantuan air bersih yang disalurkan DPD PPNI KBB, bersama Dinas Perkim, BPBD, Granat KBB, dan anggota DPRD KBB dari Fraksi PKB melalui Program Peduli Kekeringan. [Fery Bangkit]
News

Krisis Air Bersih, Warga Ngamprah Mandi Pakai Air Galon

Limawaktu.id - Krisis air bersih masih menghantui warga di Kampung Cikawati, RT 03/02, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sulitnya mendapatkan air bersih sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Warga mengaku sumurnya sudah tidak mengeluarkan air selama musim kemarau, sehingga mereka terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bagi keperluan memasak, minum, ataupun mandi.

Nani Suryani (38), salah seorang warga menuturkan, sebab sumurnya sudah mengering, ia terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti untuk mandi dan berbagai kebutuhan lainnya. Dalam sehari, ia harus mengeluarkan uang hingga Rp 20 ribu untuk membeli air.

"Sumur di rumah sudah tidak pernah ditimba karena airnya gak ada. Saya biasa beli air Rp5.000/galon dan sehari bisa sampe abis empat galon untuk mandi, minum, dan masak," tuturnya, Sabtu (7/9/2019).Warga lainnya Surahmat (47) mengaku wilayahnya termasuk dataran tinggi sehingga ketika musim kemarau banyak sumur warga yang kering. Bahkan ada warga yang membuat sumur bor sedalam 50 meter dan menghabiskan biaya Rp16 juta, tapi tetap air tidak keluar.

"Setiap tahunnya selalu seperti ini (krisis air). Tahun lalu kemarau sampai sembilan bulan, gak tahu tahun ini. Makanya warga ada yang ambil air dari sawah atau membeli air galon," terangnya. Banyaknya warga yang butuh air bersih, menggugah DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) KBB untuk memberikan bantuan. Bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman, BPBD KBB, DPC
Gerakan Anti Narkotika Nasional (Granat) KBB, dan anggota DPRD KBB dari Fraksi PKB, sebanyak dua tangki air bersih atau sekitar 10.000 liter dikirim ke warga Kampung Cikawati.

"Bantuan ini inisiatif dari temen-temen perawat yang tergabung dalam PPNI KBB, dan alhamdulilah disupport oleh berbagai pihak. Bahkan setelah tahu kegiatan kami, semakin banyak warga yang meminta untuk dikirim air bersih ke wilayah mereka," kata Ketua DPD PPNI, KBB, Aditya Duta Tirani.

Menurutnya, distribusi air bersih sudah dilakukan ke beberapa titik seperti di Desa Cikalongwetan. Kemudian selain di Desa Pakuhaji, juga dikirim ke Kampung Babakan Garut RW 10, Kampung Cinangela RW 8, Desa Mekarsari dan Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, serta minggu depan ke Kecamatan Batujajar. Pihaknya menargetkan bisa mendistribusikan sebanyak 100.000 liter air bersih ke warga di sejumlah titik yang mengalami krisis.

Anggota DPRD KBB dari Fraksi PKB, Asep Sudrajat menyebutkan, musim kemarau yang sudah terjadi selama dua bulan terakhir telah mengakibatkan sejumlah wilayah di KBB mengalami kesulitan air bersih. Sehingga perlu perhatian dari berbagai pihak agar kesulitan yang dihadapi warga itu bisa teratasi. "Kekeringan di KBB melanda sebagian wilayah di delapan kecamatan, salah satunya Kecamatan Ngamprah. Makanya kami datangkan dua sampai tiga tangki air, dengan terlebih dahulu menginventarisasi wilayah dan warga yang benar-benar membutuhkan suplai air bersih," pungkasnya.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar