Senin, 26 Februari 2018 16:34

Korban Banjir di Melong Sebut Nama Atty Suharti

Reporter : Fery Bangkit 
Pasutri di Kampung Babakan RT 01/2 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mamat Ganda (73) dan Mimin (65) yang rumahnya kebanjiran pada saat banjir hari Minggu (25/2) kemarin.
Pasutri di Kampung Babakan RT 01/2 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, Mamat Ganda (73) dan Mimin (65) yang rumahnya kebanjiran pada saat banjir hari Minggu (25/2) kemarin. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Banjir yang menerjang pemukiman warga Kampung Babakan RW 02 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi merendam 10 Kepala Keluarga (KK), dengan 43 jiwa.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa yang terjadi pada Minggu (25/2) sekitar pukul 19.00 WIB itu mengakibatkan rumah warga harus rela dimasuki air. Memang banjir bukan hal baru bagi mereka, yang masih menantikan realisasi pengentasan banjir dari Pemerintah Kota Cimahi.

Bukan hanya menunggu realisasi janji Wali Kota/Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna-Ngatiyana, warga juga menginginkan pimpinan baru di Kota Cimahi itu berkunjung langsung ke lokasi banjir.

“Dulu mah Bu Atty (Wali Kota Cimahi sebelumnya) suka ada (berkunjung). Sekarang mah belum lihat. Keinginan mah ke sini menjenguk,” ujar Mamat Ganda (73), warga RT 01/02 Kel. Melong, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (26/2/2018).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, pengentasan banjir di Cimahi, terutama di Melong menjadi prioritas pemerintah daerah. Pihaknya saat ini akan membebaskan lahan di Cigugur untuk membuat sodetan untuk mengalirkan air ke hilir.

"Drainase juga akan diperbaiki, nanti kita lihat di titik mana saja yang drainasenya terhambat oleh sampah. Kalau drainasenya kecil, kita perbesar. Yang terpenting juga harus ada andil dari masyarakat untuk menjaga aliran sungai dan drainase agar tidak menyebabkan banjir," tegas Ngatiyana.