Selasa, 24 April 2018 16:36

Komisi III DPRD Kota Cimahi Sidak Proyek Nakal di Kampung Adat Cireundeu

Reporter : Fery Bangkit 
Sidak anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi, proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kp. Adat Cireundeu, Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (24/4/2018).
Sidak anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi, proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kp. Adat Cireundeu, Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (24/4/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Anggota Komisi III DPRD Kota cimahi menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kp. Adat Cireundeu, Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (24/4/2018).

Sidak dilakukan oleh Enang Sahri, Dedi Kuswandi, Mahfuri serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Cimahi.

Baca Juga : Kampung Adat Cireundeu Mulai Digunduli Pengembang

Berdasarkan pantauan di lokasi pembangunan, ketiga wakil rakyat Cimahi itu nampak meluapkan kekecewaannya kepada pejabat dari Pemerintah Kota Cimahi.

"Kita lihat ke lapangan, sangat kecewa. Lingkungan bagus tapi dibabat habis," kata Mahfuri, Anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar, Selasa (24/4/2018).

Baca Juga : Selain Rusak Lingkungan, Proyek Perumahan di Kampung Adat Cireunde Ternyata Langgar Aturan

Pihaknya mengaku prihatin dan heran apa pertimbangan dari Pemerintah Kota Cimahi langsung memberikan izin aktifitas pembangunan ini.

Apalagi, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum dikeluarkan.

Artinya, sebelum IMB keluar, pihak pengembang harusnya tidak boleh sama sekali melakukan aktifitas pembangunan. Namun, pada kenyataannya di lapangan, aktifitas pembangunan sudah berjalan lama. Hal itu terlihat dari mulai dikeruknya lahan seluas 6,3 hektare di atas pemukiman warga itu.

"Pemerintah tak berpihak kepada lingkungan. Ini sudah menyalahi aturan. Seharusnya tidak boleh ada aktifitas karena izin bangunan tidak ada," tegas Mahfuri.

Baca Lainnya