Rabu, 15 Agustus 2018 10:50

Kok, Evakuasi Tawon Sukanya Malam, ini Penjelasan Petugas!

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Damkar Cimahi sedang Memusnahkan Sarang Tawon. [Istimewa]
Petugas Damkar Cimahi sedang Memusnahkan Sarang Tawon [Dok. Damkar Cimahi]

Limawaktu.id,- Keberadaan sarang Lebah atau tawon (dalam bahasa jawa) di rumah bisa mengancam keselamatan keluarga, bahkan tetangga.

Untuk memusnahkan sarang lebah itu, keberadaan petugas Pemadam Kebakaran (damkar) sangat dibutuhkan. Termasuk di Kota Cimahi.

Baca Juga : Kok Puluhan Sarang Lebah Dibius, ini Penjelasan Damkar Kota Cimahi

Layanan kontak Damkar (022-6658113 atau 113) pun kerap berdering untuk menerima permintaan masyarakat untuk menangani sarang lebah. Untuk tahun ini, khusus di Kota Cimahi, petugas Damkar Kota Cimahi sudah mengevakuasi 22 sarang lebah.

Ketika mendapat laporan, petugas Damkar Kota Cimahi biasanya langsung akan mensurvey lokasi. Setelah disurvey, maka penangananpun langsung dilaksanakan.

Evakuasi akan dilakukan siang atau malam hari. Namun, evakuasi sarang tawon yang dilakukan di rumah warga sering dilakukan malam hari.

Dadan Darmawan, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Damkar Kota Cimahi pun menjelaskan mengapa penanganan kerap dilaksanakan malam hari. Menurutnya, jika malam hari, lebahnya cenderung lebih kondusif dibandingkan kondisi pada siang hari.

"Biasanya mereka lakukan dimalam hari. Pertimbangannya kalau malam cenderung lebih kondusif dan aman," kata Dadan saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (15/8/2018).

Dengan kondisi lebah yang lebih aman, maka akan meminimalisir ancaman bagi petugas maupun anggota keluarga, termasuk masyarakat sekitar.

Kepala Seksi Penangguulangan dan Penyelamatan Damkar Kota Cimahi, Rully Sulfanorida menambahkan, berdasarkan pengalaman evakuasi sarang lebah sebelumnya, kondisi lebah cenderung lebih agresif di siang hari.

"Kalau malam, tawon lebih banyak di dalam sarang kalau siang hari cenderung lebih agresif," katanya.

Baca Lainnya