Jumat, 14 September 2018 23:07

Klarifikasi Polisi Soal Viralnya Video Warga Bogem Dua Pria yang Disangka Begal

Reporter : Fery Bangkit 
Pria yang disangka begal oleh warga.
Pria yang disangka begal oleh warga. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman mengkalrifikasi viralnya video warga yang melakukan aksi pemukulan terhadap dua orang pria.

Dalam video berdurasi 18 detik itu diketahui berada di Jln. Gajah, Komplek Suaka Indah RT 07/12, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.

Baca Juga : Polsek Cimahi akan Selidiki Dugaan Aksi Main Hakim Sendiri Oknum Warga di Cimahi

Video tersebut tersebar lewat media sosial, termasuk whatsApp. Banyak yang menyangka bahwa dua pria yang dipukuli itu merupakan pelaku pencurian kendaraan bermotor alias Begal.

Namun, setelah diklarifikasi dan dilakukan penangkapan terhadap dua pria tersebut pada 10 September 2018, diketahui bahwa pelaku merupakan pencurian rumah kosong.

"Pada 10 September sekitar jam 18.00 telah ditangkap oleh warga setempat pelaku pencurian rumah kosong," terang AKP Sutarman saat ditemui di Mapolsek Cimahi Selatan, Jln. Mendut, Jum'at (14/9/2018).

Setelah dua pria itu diamankan pihaknya dan dilakukan pemeriksaan, ternyata hanya pria bernama Roni Widianto (37) yang terbukti sebagai pelaku pencurian. Sedangkan Anwar (32) tidak terbukti sebagai pelaku.

Kronologisnya, terang Sutarman, pelaku bernama Roni masuk ke dalam rumah dengan cara mendongkel pintu depan menggunakan linggis. Sementara Anwar menunggu motor yang digunakan Roni di pekarangan rumah.

"Kemudian peristiwa itu diperegoki masyarakat. Akhirnya tersangka dapat ditangkap oleh masyarakat termasuk temannya, si Anwar yang menunggu di atas motor," tutur Sutarman.

Setelah dilakukan pengecekan secara intensif, ternyata Anwar hanyalah seorang sopir angkot yang tidak tahu menahu aksi pencurian yang dilakukan Roni. Anwar hanya dimintai tolong untuk mengantar Roni ke rumah tersebut.

Pihaknya juga telah mengkonfrontir Roni dengan Anwar. Berdasarkan hasil konfrontir tersebut, Roni juga menyatakan bahwa Anwar tak terlibat. Pihakny juga sudah memanggil korban untuk menjelaskan status Roni dan Anwar.

"Oleh sebab itu karena tidak ada bukti yuridis bagi kita untuk mejerat si Anwar, makannya kita kembalikan
kepada keluarganya, kemudian kita jelaskan kepada korban," tegasnya.

Pelaku Roni sendiri sempat menggasak satu buah laptop dan satu buah speaker. Atas perbuatannya, selain mendapatkan bogeman dari warga, pelaku Roni juga terancman hukuman 7 tahun penjara.

"Pelaku disangkakan Pasal 363 KUHPidana," tandasnya.

Baca Lainnya