Selasa, 5 Desember 2017 11:27

Klaim Ultra Jaya Tak Sepenuhnya Benar

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Health, Safety & Environment Manager PT Ultra Jaya, Maman Khoerudin (Kanan) dan Kadis LH KBB Apung Hadiat Purwoko Memperlihatkan Pakta Integritas Yang Telah Ditandatangani
Health, Safety & Environment Manager PT Ultra Jaya, Maman Khoerudin (Kanan) dan Kadis LH KBB Apung Hadiat Purwoko Memperlihatkan Pakta Integritas Yang Telah Ditandatangani [limawaktu]

Limawaktu.id,- Klaim pemberian bantuan PT. Ultra Jaya Milk Industri kepada warga sekitar pabrik belum sepenuhnya direalisasikan sebagaimana dinyatakan pada jumpa pers saat penandatanganan pakta integritas bertempat di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Komplek Perkantoran Kabupaten Bandung Barat belum lama ini.

Diketahui, selain persoalan bau busuk limbah pabrik tersebut, warga juga menuntut Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Ultra Jaya yang diklaim sudah diakomodir sebagaimana dinyatakan oleh Manager HRD & GA, Taman Purba.

Dia mengatakan, perusahaan telah memberikan bantuan kepada 26 Posyandu di dua desa sekitarnya, yakni Desa Gadobangkong dan Desa Cimareme. “Komitmen dengan warga sudah kami penuhi melalui kedua desa itu. Termasuk ajuan perbaikan kantor RW, sudah kami bantu,” ucapnya.

Dilain pihak, Mansur warga RT 2 RW 11 Kampung Bunisari Desa Gadobangkong yang rumahnya tidak jauh dari pabrik Ultra menyatakan bantuan buat Posyandu biasanya melalui desa kemudian disalurkan melalui PKK, "Untuk perbaikan kantor RW saya kurang tahu yang dimaksud PT. Ultra itu RW berapa? soalnya untuk kantor RW 11 belum dengar ada bantuan untuk perbaikan kantor RW", sanggahnya saat dihubungi limawaktu.id, Selasa (5/12).

??Sementara itu Ketua RW 11 Desa Gadobangkong, Sulaeman Mubarok membenarkan adanya bantuan dari PT. Ultra Jaya berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk duabelas Posyandu di Desa Gadobangkong dan sepuluh Posyandu di Desa Cimareme. Terkait perbaikan kantor RW, "Katanya akan direnovasi tapi belum dimulai", pungkasnya. (jk)