Jumat, 9 Maret 2018 12:38

Klaim Realisasi Capaian Musrenbang 80% Tetap Miliki Catatan Hitam

Reporter : Fery Bangkit 
Sekretaris Daerah Kota Cimahi Muhammad Yani disela-sela Pra-Musrenbang Kota Cimahi di Hotel Endah Parahyangan, Jum'at (9/3/2018).
Sekretaris Daerah Kota Cimahi Muhammad Yani disela-sela Pra-Musrenbang Kota Cimahi di Hotel Endah Parahyangan, Jum'at (9/3/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kota Cimahi mengklaim, realisasi capaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kota Cimahi mencapai 80% setiap tahunnya.

"Pada prinsipnya itu rata-rata di atas 80% bisa dilaksanakan," klaim Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Tata Wikanta disela-sela Pra-Musrenbang Kota Cimahi di Hotel Endah Parahyangan, Jum'at (9/3/2018).

Tata mengakui, program yang kerap tidak terealisasi adalah seputar pembangunan infrastruktur. Ia mencontohkan, penyelesaian penanganan banjir yang tak kunjung terealisasi.

Padahal, penanganan banjir selalu masuk dalam usulan Musrenbang setiap tahunnya. Lagi-lagi kendala anggaran menjadi alasan pihak Pemerintah Kota Cimahi dalam pembangunan infrastruktur.

"Mungkin belum semua sarana infrastruktur terpenuhi, kita usulkan lagi sekarang, lanjutkan," kata Tata.

Selain infrastruktur, konsen Musrenbang juga tetap mengarah terhadap tiga bidang. Yakni perihal pendidikan, kesehatan dan daya beli masyakatat.

Meski indeks capaian pendidikan Kota Cimahi diatas rata-rata Jawa Barat, lanjut Tata, pihaknya tetap memiliki target.

"Kegiatan yang ada di dinas terkait kesehatan pun sama begitu," katanya.

Sementara dalam sektor perekonomian, kata Tata, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Khususnya soal pengentassn masalah pengangguran.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, hingga tahun 2017, jumlah pengangguran mencapai 14 ribu jiwa.

"Daya beli kita masih belum puas. Ternyata pengangguran dan kemiskinan kita harus selesaikan. Ini masih ada PR bagaimana penyelesaian kemiskinan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Muhammad Yani mengatakan, dari tiga besar indeks pembanguman manusia dalam Musrenbang kali ini, yaitu pendidikan kesehatan dan daya beli itu dijabarkan dalam 11 program prioritas pembangunan.

"11 program Prioritas pembangunan nanti akan dijabarkan kepada berbagai kegiatan yang ada di setiap dinas," ujarnya.

Sama halnya seperti Kepala Bappeda, Yani mengklaim bahwa indikator capaian hasil Musrenbang di Kota Cimahi itu rata-rata sudah di atas Jawa Barat.

"Artinya ini tinggal mempertahankan agar meningkatkan untuk lebih baik lagi," tandasnya.