Kamis, 10 Oktober 2019 15:39

Kisah Tukang Ojek Online Luluskan Anaknya Hingga S-1 Unjani

Reporter : Fery Bangkit 
Syarifudin (kiri) dan Oom Imah (45) Ketika Mengantarkan Anaknya, Novita Pertiwi Wisuda di Unjani Cimahi
Syarifudin (kiri) dan Oom Imah (45) Ketika Mengantarkan Anaknya, Novita Pertiwi Wisuda di Unjani Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Raut wajah bahagia terpancar dari pasangan suami istri Saripudin (52) dan Oom Omah (45) ketika ditemui di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kamis (10/10/2019).

Sebab, pada hari itu, anak bungsunya yang bernama Novita Pertiwi (22) berpredikat Sarjana S-1 Program Studi Teknik Informatika pada Faklutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unjani cimahi.

Sebagai tanda akhir kelulusannya, keluarga yang berasal dari Kampung Kebon Kalapa RT 01/02 Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB) itupun ikut prosesi wisuda yang digelar di Gedung Sasana Krida (GSK) Unjani Cimahi, Kamis (10/10/2019).

Perjuangan Saripudin dan istrinya Oom untuk menyekolahkan Novita tidaklah mudah. Sebab, biaya untuk menguliahkan anaknya itu ia kumpulkan dari jerih payahnya sebagai tukang ojek. Sementara istrinya menjajakan jajanan di rumahnya.

"Anak saya masuk kuliah tahun 2014. Waktu itu harus bayarnya sekitar Rp 11 juta, akhirnya saya pinjem dulu karena anak saya pengen kuliah," ujar Saripudin. Sejak 20 tahun lalu, Saripudin menjadi pengantar orang atau tukang ojek yang biasa 'mangkal' di sekitar Pasar Antri Kota Cimahi dengan penghasilan sekitar Rp 150-200 Ribu per hari. Kemudian tiga tahun ke belakang ia mencoba menjadi tukang ojek online.

Bahkan, ketika menghadiri wisuda anaknya, jaket kebanggaannya sebagai seorang pengojek masih digunakannya. Namun siapa sangka, dengan mengais rezeki yang identik dengan panas, hujan hingga asap knalpot dengan penghasilan pas-pasan, Saripudin mampu membiayai Rp 5 juta per semester anaknya hingga lulus menjadi seorang sarjana.

Bukan hanya Novita, anaknya yang pertama pun ia sekolahkan hingga lulus D-3 di salah satu kampus di Kota Bandung. "Allhamdulilah awalnya dari niat saja, ditambah anaknya semangat akhirnya bisa lulus," ujarnya. Setelah anaknya lulus, ia berharap Novita bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik darinya yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Bahkan jika ada rezeki, ia ingin anak bungsunya mengenyam pendidikan hingga S2.

"Saya sebagai orang tua, ya jelas bangga. Semoga ada rezekinya biar bisa nerusin kuliah," tukas Saripudin. Oom Omah, pun turut mengapresiasi atas capaian anak bungsunya itu. Sebab jerih payah ia dan suaminya dibayar dengan hasil akademik yang cukup memuaskan. "Allhamdulilah nilanya baik, A," ucapnya.

Baca Lainnya