Rabu, 29 Agustus 2018 13:51

Kesalahan Sama Ditemukan pada Kaleng Kemasan Susu Kental Manis di Yogya Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Tim Terpadi Tengah Menggelar Sidak SKM di Yogya Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Rabu (29/8/2018).
Tim Terpadi Tengah Menggelar Sidak SKM di Yogya Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Rabu (29/8/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Tim Terpadu dari unsur Pemerintah Kota Cimahi dan Polres Cimahi menemukan kemasan Susu Kental Manis (SKM) bermasalah di Griya Yogya, Jalan Amir Mahmud, Rabu (29/8/2018).

Temuan itu didapat saat Tim Terpadu menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah supermarket di Kota Cimahi. Salah satunya Griya Yogya. Tercatat ada delapan kemasan susu yang rusak parah dan dua kemasan kembung.

Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Cimahi, Agus Irwan mengatakan, Sidak kali ini untuk menindaklanjuti temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) soal SKM bermasalah di ritel Griya Yogya.

"Tujuan kita untuk pembinaan ke ritel tentang keamanan pangan. Ini untuk memastikan rekomendasi dilaksanakan pihak Yogya," kata Agus saat ditemui disela-sela Sidak.

Dikatakan Agus, pihak Griya Yogya Cimahi sudah menerima rekomendasi dari BPOM untuk menarik kemasan susu yang rusak, dan mengganti dengan yang baru.

"Tapi setelah dicek prodaknya  masih ada 'penyok' dan kembung," terang Agus.

Sebab dalam Sidak masih ditemukan kemasan susu kental mais rusak, lanjut Agus, pihaknya langsung menyarankan agar produk susu tersebut ditarik ulang dari peredaran dan diganti dengan yang baru.

Chieef Operation Yogya Cimahi, Jovani menuturkan, sejak mendapat teguran dari BPOM, pihaknya langsung menarik produk SKM yang rusak. Menurutnya, ada beberapa kemungkinan mengapa barang kemasan susu kental manis itu rusak.

Mungkin dikarenakan ada kelalaian dari pihaknya atau bisa juga barang tersebut tak sengaja jatuh ketika tenga penyortiran atau jatuh oleh konsumen ketika memilih.

"Jadi pembelajaran supaya lebih rapih lagi dalam menyortir barang," katanya.

Semua produk pangan sendiri sudah dilindungi Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Perindingan Konsumen.

Baca Lainnya