Kamis, 10 Agustus 2023 21:07 Advertorial

Kepala Anaknya Terus Membesar, Warga Desa Santigi Toli-toli Butuh Bantuan

Penulis : Bubun Munawar
Umul Hafizah (2 th) warga Desa Santigi Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli kepalanya  terus membesar akibat menderita hydrochepalus
Umul Hafizah (2 th) warga Desa Santigi Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli kepalanya terus membesar akibat menderita hydrochepalus [Istimewa]

Limawaktu.id, Tolitoli - Kondisi memperihatinkan dialami pasangan Hajarudin (22) dan Yanti (20)  , warga Desa Santigi kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah. Pasalnya, anak mereka Umul Hafizah (2 th) kepalanya  terus membesar akibat menderita hydrochepalus, yaitu Penyakit dengan kepala membesar akibat cairan.  

Penyebaran penaykit hydrichepalus tersebut  kerap terjadi sejak bayi dalam kandungan. Penyakit tersebut disebabkan infeksi atau virus yang dibawa hewan peliharaan.Sudah bisa dideteksi sejak 3 minggu kehamilan. Bisa karena virus, infeksi. Bisa juga dari kucing atau burung pembawa parasit toksoplasma.

Menurut Hajarudin, orang tua bayi, anaknya sudah dilakukan penanganan dari Rumah Sakit Umum (RSU) Mokopoli Tolitoli berupa rujukan ke RS Undata di Kota Palu. Untuk biaya pengobatan sudah mendapatkan keringanan karena anak tersebut sudah terdaftar atau terdata dalam Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

“Setelah dirawat pertama  maka ada kegiatan rangkaian berupa chekup kesehatan tiap tiga bulan, sehingga kami masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Hajarudin yang pekerjaan utamanya sabagai petani dan pekebun yang nyambi sebagai perangkat desa.

Menurutnya,keluarganya membutuhkan bantuan untuk  biaya yang dibutuhkan oleh keluarga berupa   bantuan transfortasi dari lokasi ke rumah sakit Undata Palu. Untuk berobat anaknya dirinya memakai  kartu anak Indonesia, namun hingga kini keluarganya belum tersentuh BPJS dan Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk menangani penyakit yang diderita anaknya ini, dirinya mendapat perhatian dan pertolongan  dari Kanit Provost Polsek Tolitoli Utara Aiptu Bombe dan Babinkamtibmas Desa Santigi

 “Penghasilan saya tergolong kecil,  karena dengan penghasilan sebagai aparat desa tidak akan mampu membiayai ongkos ke Palu secara berkala,” terang Hajarudin, Kamis (10/8/2023).

Dia menjelaskan, dirinya pernah mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Toli-toli, tapi baru bertemu dengan stafnya, belum bertemu dengan pejabat di Dinsos. Tujuan datang ke Dinsos untuk meminta bantuan selama penanganan penyakit yang diderita anaknya.

“Saya pernah mendatangi Dinas Sosial, tapi baru ketemu dengan salah seorang stafnya,” jelasnya.

 

Baca Lainnya