Kamis, 14 Desember 2017 18:42

Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Beroperasi Saat Natal dan Tahun Baru

Reporter : Fery Bangkit 
Dishub Kota Cimahi menggelar sosialisasi Angkutan Barang di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (14/12/2017).
Dishub Kota Cimahi menggelar sosialisasi Angkutan Barang di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (14/12/2017). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Truk angkutan barang dipastikan dilarang beroperasi diseluruh ruas jalan di Kota Cimahi. Larangan beroperasi akan berlaku mulai 23-26 Desember, serta 29 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018.

Larangan operasi angkutan barang berkaitan dengan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. Tujuannya, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat libur panjang Natal 2017 dan Tahun Baru 2017.

Sebagai informasi awal kebijakan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menggelar sosialisasi Angkutan Barang di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (14/12/2017. Sosialisasi dihadiri unsur pengusaha, pemilik angkutan barang, Organda serta unsur terkait lainnya.

Kepala Bidang Angkutan dan Penerangan Jalan Umum Dishub Kota Cimahi, Endang mengatakan, pihaknya sudah menerima edaran perihal larangan beroperasi itu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Berlakunya itu mulai 23 Desember pukul 00 WIB hingga 26 Desember pukul 24.00 WIB. Untuk tahun baru itu, 29 Desember pukul 00.00 WIB sampai 2 Januari pukul 24.00 WIB,” terangnya di acara sosialisasi.

Adanya sosialisasi ini, kata Endang, sebagai pemberitahuan awal bagi para pemilik kendaraan angkutan barang. Diharapkan, setelah adanya informasi ini, mereka langsung menyesuaikan jadwal.

Namun, larangan beroperasi angkutan barang tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat, seperti pangan, bensin dan komponen lainnya.

“Dikecualikan kendaraan khusus pengangkut BBM, ternak dan beberapa komponen lainnya,” ucap Endang.

Berkaitan dengan kebijakan tersebut, lanjut Endang, pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas di sejumlah ruas jalan yang biasanya dilalui angkutan barang, dan memiliki potensi kepadatan kendaraan.

Selain itu, pihaknya juga telah membuat posko pengamanan, bersama unsur terkait lainnya, seperti pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

“Kalau jumlah personil, kita menyesuaikan. Biasanya jalan yang sering dilalui angkutan itu Jalan Amir Mahmud, kedua di Jalan Tol,” tandasnya. (kit)*