Selasa, 8 Agustus 2023 22:30

Kementreian PUPR Raih Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan

Penulis : Bubun Munawar
Anggota IV BPK RI Haerul Saleh menyerahkan LHP BPK  dan diterima langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bendungan Sukamahi, Bogor, Selasa (8/8/2023).
Anggota IV BPK RI Haerul Saleh menyerahkan LHP BPK dan diterima langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bendungan Sukamahi, Bogor, Selasa (8/8/2023). [Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR]

Limawaktu.id, Bogor - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2022 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.  Penyerahan LHP diserahkan oleh Anggota IV BPK RI Haerul Saleh dan diterima langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bendungan Sukamahi, Bogor, Selasa (8/8/2023). 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berterimakasih kepada BPK atas profesionalisme dan binaan yang baik selama proses pemeriksaan laporan keuangan Kementerian PUPR.

“Saya ucapkan terima kasih atas profesionalisme auditor BPK dan pembinaan komunikasi yang baik selama pemeriksaan. Jadi hubungan profesional itu harus kita jaga terus dan lanjutkan. Dan kami mohon maaf apabila selama pemeriksaan ada yang kurang berkenan,” kata Menteri Basuki.

Menurut Basuki, peran BPK sangat penting dalam pengawasan dan pembinaan pengelolaan keuangan negara. Selain itu, perolehan opini WTP juga merupakan bentuk pertanggungjawaban Kementerian PUPR atas penggunaan anggaran negara.

“Perolehan WTP juga merupakan hasil dari apa yang telah kita kerjakan prosesnya. Karena, sebagai Kementerian yang ditugaskan untuk membelanjakan uang negara, maka kita memang harus melaporkan hasilnya dan bertanggungjawab,”  jelasnya.

Dikatakannya, Kementerian PUPR akan terus berkomitmen untuk melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi LHP BPK RI dalam waktu 60 hari sejak LHP diterima. Adapun status tindak lanjut Semester II sekitar 70,04% telah selesai. Dan hingga 4 agustus 2023, sekitar 72,28% juga telah diselesaikan.

“Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Unit Kepatuhan Internal di setiap unit organisasi bersama dengan Inspektorat Jenderal. Seperti misalnya penyetoran ke kas negara bagi yang kelebihan bayar dan penyelesaian bagi yang belum selesai,” katanya.

Anggota IV BPK RI Haerul Saleh mengapresiasi Kementerian PUPR yang telah berhasil menyelesaikan Laporan Hasil Pemeriksaan untuk Laporan Keuangan Tahun 2022 dengan opini WTP. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya BPK untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara.

“Selamat kepada Kementerian PUPR yang sudah kali keempat mendapatkan opini WTP. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan semoga dapat dipertahankan prestasinya. Kementerian PUPR juga merupakan salah satu contoh yang baik bagi instansi pemerintah lainnya, untuk pengelolaan keuangannya. Karena rekomendasi BPK masuk dalam sistem pengawasan internal Inspektorat Jenderal PUPR. Sehingga sangat membantu BPK dalam mengelola laporan keuangan negara,” jelasnya.

 

Baca Lainnya