Rabu, 16 Oktober 2019 9:35

Kementan Luncurkan Cabai Jenis Baru, ini Keunggulannya

Reporter : Fery Bangkit 
Varietes baru benih cabai merah Carvi Agrihori diluncurkan
Varietes baru benih cabai merah Carvi Agrihori diluncurkan [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Varietes baru benih cabai merah Carvi Agrihori diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan). Varietas baru hasil peneliti Balitbangtan ini memiliki keunggulan tahan hama serta mampu beradaptasi jika ditanam di dataran medium hingga dataran tinggi. Selain tahan terhadap serangan hama atau virus belang, potensi hasil cabai varietas ini cukup tinggi, yakni mencapai 21-23 ton per hektare saat dipanen pada umur 95 hari.

"Secara morfologi, bentuknya tak terlalu besar tapi cukup panjang yaitu 13 centimeter. Kemudian memiliki warna yang cerah dan mengkilap, ujung cabainya runcing serta rasa pedas lebih tinggi dibanding jenis cabai lainnya," kata peneliti Balitbangtan, Ifa Manzilla saat Diseminasi Hasil Perakitan Varietas Cabai di Balitsa Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (15/10/2019).

Dengan hadirnya varietas cabai unggulan ini, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas cabai nasional mencapai 20 ton per hektare dari saat ini yang baru sekitar 8,82 ton per hektare. "Kalau untuk industri saus cabai, Cavri cocok digunakan untuk bahan itu," ucapnya.

Peneliti lainnya, Redy Gaswanto menerangkan, cabai merah Carvi Agrihorti direkomendasikan ditanam saat musim hujan dibandingkan kemarau agar pertumbuhan tanamannya lebih cepat. "Kalau dilihat dari pohonnya, memang buahnya tidak terlalu banyak, tapi dia keras, pejal dan isi benihnya banyak, tentu ini menguntungkan bagi penangkar benih," ungkapnya.

Dia menuturkan, cabai jenis ini telah diuji keunggulannya oleh Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) dan dikeluarkan SK sebagai VUB baru pada tahun 2018. Dirinya pun mengklaim cabai Carvi tahan terhadap virus berbahaya, asalkan perawatannya dilakukan dengan benar.

"Daya tahan untuk varietas ini lebih lama yakni mencapai dua minggu, sepekan lebih lama daripada varietas cabai lainnya," ucapnya. Saat ini, pihaknya tengah melakukan diseminasi terhadap ibu rumah tangga, pedagang maupun petani untuk menerima umpan balik atau respon terkait cabai tersebut. "Kami berharap VUB ini bisa menjadi referensi dan berkontribusi terhadap swasembada cabai nasional," pungkasnya.

Baca Lainnya