Rabu, 24 Oktober 2018 10:46

Kemarau Panjang, PDAM Tirta Raharja Merugi Rp 1 Miliar

Reporter : Fery Bangkit 
Warga Tengah Melakukan Pengambilan Air Bersih Di PDAM Tirta Rajarja, Jln. Kolonel Masturi.
Warga Tengah Melakukan Pengambilan Air Bersih Di PDAM Tirta Rajarja, Jln. Kolonel Masturi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Kemarau panjang yang dialami Kota Cimahi dan sekitarnya tak hanya berdampak pada penurunan kapasitas pengolahan air bersih di PDAM Tirta Raharja.

Tapi juga berbuntut pada meruginya omset perusahaan. Tak tanggung-tanggung, sejak menyusutan sumber air pada Agustus lalu, kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Baca Juga : Bandung Barat Mulai Terancam Krisis Air Hingga Lahan Pertanian Mengering

"Kalau rata-rata udah hampir Rp 1 miliar keruigan PDAM," beber Manajer Senior Operasional Teknis PDAM Tirta Raharja, Nana Karmana, Rabu (24/10/2018).

Seperti diketahui, akibat kemarau panjang, volume sumber air di Sungai Cijanggel, Kabupaten Bandung Barat mengalami penyusutan. Akibatnya, pengolahan air pun menurun drastis hingga 75%.

Baca Juga : Kemarau Panjang, Debit Air PDAM Tirta Raharja Merosot Drastis

Jika dalam kondisi normal produksi air bersih di PDAM Tirta Raharja bisa mencapai 177 liter/detik. Tapi untuk sekarang, produksi hanya 44 liter/detik.

Penyebab kerugian sendiri di antaranya karena selama musim kemarau ini, pihaknya harus melakukan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki untuk pelanggan di wilayah yang paling terdampak kekeringan. 

Baca Juga : Debit Air Tersendat Tapi Bayar Normal, ini Kata PDAM Tirta Raharja

"Untuk mobilisasi tangki itu kan dari mulai biaya operasional sampai membayar supir, sewa tengki," jelas Nana.

Selama musim kemarau ini, pihaknya sudah melakukan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki air khusus pelanggan yang terdampak. Ada sekitar 10 mobil tengki yang disiapkan kapasitas 5 ribu liter/tengki.

"Itu untuk penanggulangan wilayah Cimahi, terutama untuk wilayah Cimahi selatan itu sekitar 400 mobilisiasi tengki (sampai saat ini)," beber Nana.

Sementara untuk wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pihaknya juga sudah melakukan mobilisasi tanki mobil sekitar 104 kali, dengan kapasitas per tankinya mencapai 5 ribu liter. 

 

Baca Lainnya