Selasa, 23 Oktober 2018 12:15

Kemarau Panjang, Debit Air PDAM Tirta Raharja Merosot Drastis

Reporter : Fery Bangkit 
Warga Tengah Melakukan Pengambilan Air Bersih di PDAM Tirta Rajarja, Jln. Kolonel Masturi, Selasa (23/10/2018).
Warga Tengah Melakukan Pengambilan Air Bersih di PDAM Tirta Rajarja, Jln. Kolonel Masturi, Selasa (23/10/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Musim kemarau panjang yang terjadi Kota Cimahi dan sekitarnya mempengaruhi sumber mata air yang dikelola PDAM Tirta Raharja.

Debit sumber mata air mengalami penurunan drastis mencapai 75% dari kapasitas normal 177 liter/detik menjadi 44 liter/detik. Akibatnya air PDAM kecrat kecrit untuk pelanggan Cimahi yang mencapai 15.500 Sambungan Rumah (SR).

Baca Juga : Bandung Barat Mulai Terancam Krisis Air Hingga Lahan Pertanian Mengering

Manajer Senior Operasional Teknis PDAM Tirta Raharja, Nana Karmana mengungkapkan, penurunan debit air dialami sejak akhir Agustus 2018. Kondisi semakin parah akibat kemarau ini terjadi dalam sebulan ini.

"Mulai dari 27 Agustus udah mulai penurunan paling parah bulan ini di Oktober penurunan kapasitas produksi sekitar 75 persen. Awalnya kita optimal itu 177 liter/detik, sekarang rata-rata 44 liter/detik," ungkapnya saat ditemui di PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (23/10/2018).

Selain penurunan di untuk pelanggan Kota Cimahi, penurunan kapasitas air juga dialami untuk pelanggan di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pasokan air untuk 3.300 SR di wilayah tersebut menjadi terganggu kareta krisis debit air.

"Cisarua dengan kapasitas awal 34 liter/liter sekarang mengalami penurunan 20 liter/detik," terang Nana.

Wilayah yang paling terdampak akibat krisis air kali ini dialami pelanggan di wilayah Selatan Kota Cimahi. Terutama di Leuwigajah dan Cibeber. Sebagai langkah antisipasi atas menurunnya debit air ini, pihaknya sudah melakukan rekayasa jaringan dengan penjadwalan distribusi.

Selain itu, pihaknya juga melakukan mobilisasi atau pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki air khusus pelanggan yang terdampak. Ada sekitar 10 mobil tangki yang disiapkan kapasitas 5 ribu liter/tengki.

"Itu untuk penanggulangan wilayah Cimahi, terutama untuk wilayah Cimahi selatan itu sekitar 400 mobilisasi tangki (sampai saat ini)," beber Nana.

Sementara untuk wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pihaknya juga sudah melakukan mobilisasi tangki mobil sekitar 104 kali, dengan kapasitas per tangkinya mencapai 5 ribu liter

Baca Lainnya