Rabu, 26 September 2018 15:30

Kekerasan Anak di Bawah Umur Semakin Mengerikan

Reporter : Fery Bangkit 
Kegiatan seminar di SMAN 3 Kota Cimahi, Rabu (26/9/2018).
Kegiatan seminar di SMAN 3 Kota Cimahi, Rabu (26/9/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Para siswa SMA Negeri 3 menilai, aksi kekerasan bahkan berujung kematian yang terjadi belakangan ini sangat memprihatinkan.

Seperti diketahui, Minggu (22/9) kemarin, salah seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila (23) tewas setelah dianiaya oknum pendukung Persib Bandung. Delapan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dua di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Baca Juga : Anak Dibawah Umur jadi Tersangka Kasus Tewasnya Anggota The Jak Mania

Untuk menghindarkan siswa SMAN 3 Kota Cimahi dari aksi kekerasan, pihak sekolah mendeklarasikan aksi anti kekerasan yang dikuti sejumlah siswa, guru dan orang tua siswa di SMAN 3 Kota Cimahi, Jalan Pesantren, Kota Cimahi, Rabu (26/9/2018).

Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Cimahi, Nelly Krisdiana, mengatakan, deklarasi tersebut untuk menghindari aksi kekerasan yang dilakukan para siswa baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

"Kebetulan kemarin kan terjadi kekerasan dalam kegiatan olahraga (saat pertandingan sepak bola Persib Bandung dan Persija Jakarta). Selain itu sering juga terjadi kekerasan sesama siswa, kita mengindari hal seperti itu," ujarnya saat ditemui usai kegiatan seminar di SMAN 3 Kota Cimahi, Rabu (26/9/2018).

Menurut Nelly, selain kekerasan fisik, para siswa yang notabenya dalam fase puber sangat rentan terlibat aksi tawuran, bullying dan sebagainya. Untuk itu, dirinya mengajak kepada semua komponen, termasuk para guru dan orang tua untuk sama-sama menjaga anak-anaknya.

"Kami semakin terinspirasi, ayo kita sama-sama menjaga anak kita dari pengaruh negatif," imbuhnya.

Sementara itu, R Ajeng Indriasari menuturkan, ksi kekerasan yang terjadi belakangan ini membuat miris para orang tua. Apalagi, kekerasan yang terjadi melibatkan anak di bawah umur.

"Sangat miris, sedih. Apalagi yang melakukannya di bawah umur, masih labil," kata.

Untuk itu, ia meminta kepada pihak sekolah untuk lebih memperketat pengawasan terhadap siswa. Sebagai orang tua, katanya, ia tak bisa mengawasi langsung anaknya ketika berada di sekolah.

Baca Lainnya