Limawaktu.id, Subang - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menanggapi kritikan salah seorang warga yang menyatakan bahwa gubernur nggak usah ikut narik atau ngangkat korban longsor di Cisarua Bandung Barat karena itu bukan tugas gubernur itu tugas relawan atau BPPD.
Dalam akun Instagram pribadinya, KDM mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih ya pada anak muda yang mengkritiknya.
“ Kehadiran pemimpin di tengah mereka itu membawa spirit bagi mereka mereka cukup bahagia ketika saya hadir di sampingnya dan kadang ada hal yang tidak terduga terjadi misalnya saat mereka membantu korban bencana dan berhasil kemudian saya memberikan bonus sebagai tanda spirit bagi mereka itu adalah kebahagiaan,” ungkap KDM, Minggu, 1 Fabruari 2026.
Mneurutnya bisa jadi mereka yang bertugas dilapangan pulang tidak punya ongkos sebenarnya dan kemudian juga bahwa seharusnya Gubernur ngurusin banjir di Bekasi kemudian membuat solusi di Bekasi.
“ Dan satu kalau saya menyampaikan bahwa areal pesawahan rawas itu dibuat danau itu memang kesalahan dan salah satunya juga salah kenapa diberi izin. Untuk itu maka tindakan gubernur satu membuat surat edaran agar seluruh perumahan pemukiman yang dibangun di areal yang terlarang Itu dihentikan,” katanya.
Yang kedua, ujar KDM, agar pemerintah kabupaten kota melakukan perubahan tata ruang termasuk pemerintahan provinsi. Yang ketiga, saya sudah bertemu dengan Menteri PU untuk melakukan percepatan pembangunan Danau Cibeet. Ini juga solusi dan baru selesai 2028.
“Yang berikutnya adalah saya juga sudah meminta kepala BBWS untuk memperkuat tanggul-tanggul sehingga tidak mudah untuk jebol. Langkah ini dilakukan sebagai solusi dari berbagai problem. Untuk itu mohon maaf apabila kepemimpinan saya belum bisa memuaskan semua pihak dan masih banyak kekurangan,” ujar KDM.