Senin, 1 November 2021 11:18

Kebijakan Pro-Perempuan Belum Akomodatif

Reporter : Iman Nurdin
Ketua Bidang Perempuan DPW Gelora Jawa Barat, Lida Maulida
Ketua Bidang Perempuan DPW Gelora Jawa Barat, Lida Maulida [Istimewa]

Bandung (limawaktu.id)-- Persoalan perempuan dan anak masih tergolong kelompok lemah dan rentan dalam kebijakan. Masalah berbasis gender masih banyak ditemui di masyarakat, , seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan, dan sebagainya.

Ketua Bidang Perempuan DPW Gelora Jawa Barat, Lida Maulida beralasan masalah tersebut karena keterwakilan peeempuan di parlemen masih kurang. Ini berdampak pada kebijakan tentang perlindungan anak dan perempuan masih lemah.

"Rendahnya angka keterwakilan perempuan di parlemen sedikit banyak berpengaruh terhadap isu kebijakan terkait kesetaraan gender dan belum mampu merespon masalah utama yang dihadapi oleh perempuan," katanya kepada wartawan saat ditemui di Bandung, Senin (1/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut Lida mengatakan, persoalan anak dan perempuan ini bukan hanya di Indonesia, hampir semua negara memiliki masalah yamg sama. Namun lanjut Lida, Indonesia bisa menjadi contoh untuk negara lain dalam melindungi anak dan perempuan melalui kebijakan politik yang lebih akomodatif dan substansial.

“Saat ini partisipasi perempuan Indonesia masih di bawah 30%. Ini sangat menghawatirkan. Saya berharap melalui partai Gelora senantiasa memberikan gagasan terkait perundang-undangan pro perempuan dan anak di ruang publik,” ujarnya.

Ia pun menambahkan bahwa secara demografi Jawa Barat memiliki penduduk perempuan yang cukup tinggi, namun sangat disayangkan tingkat pemberdayaan dan pendidikan terbilang masih rendah.

"Akibatnya kekerasan terhadap perempuan, eksploitasi dan diskriminasi masih seringkali terjadi," tambahnya.

"Sehingga perempuan Gelora harus secara serius mengambil peran untuk memberdayakan perempuan Jawa Barat, membawa misi perubahan melalui program-program yang efektif dan tepat sasaran," pungkasnya

Baca Lainnya