Ketua IPJI Jawa Barat Ai Mulyani menjadi narasumber pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Organisasi dan Penguatan Jurnalistik , IPJI Kabupaten Ciamis, Rabu, 11 Februari 2026.
Ketua IPJI Jawa Barat Ai Mulyani menjadi narasumber pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Organisasi dan Penguatan Jurnalistik , IPJI Kabupaten Ciamis, Rabu, 11 Februari 2026. [Istimewa]
News

Kebebasan Pers Harus Dilakukan dengan Tanggung Jawab

Limawaktu.id, Ciamis -  Di era digitalisasi, menjaga marwah pers bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan jurnalisme yang mencerdaskan, mencerahkan, dan membangun optimisme publik.

Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Jawa Barat Ai Mulyani mengungkapkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para jurnalis. Kebebasan Pers harus dijalankan dengan tanggung jawab, berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Selama kita bekerja sesuai koridor Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, tidak ada yang perlu ditakutkan. Profesionalisme adalah benteng utama insan pers,” ungkap Ai, saat Penguatan Kelembagaan Organisasi dan Penguatan Jurnalistik dalam Dinamika Informasi Publik, yang digelar IPJI Kabupaten Ciamis, di RM Linggasari Desa Pamalayan, Cijeungjing, Ciamis, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurutnya, di era digital yang serba cepat, jurnalis tidak hanya dituntut cepat menyajikan berita, tetapi juga harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ai Mulyani juga mengingatkan peran strategis pers sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Jurnalis, kata dia, harus mampu menjadi corong aspirasi rakyat sekaligus menyampaikan program dan kebijakan pemerintah secara objektif.

Dengan peran tersebut, media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi penyeimbang dalam dinamika demokrasi. Informasi yang berimbang akan melahirkan pemahaman yang utuh bagi publik.

Selain peningkatan kualitas jurnalistik, penguatan kelembagaan organisasi juga menjadi perhatian utama. Pemahaman terhadap AD/ART organisasi dinilai penting agar roda organisasi berjalan sehat, transparan, dan profesional.

“Pahami aturan yang ada, maka organisasi akan berjalan baik dan sehat. Rumah besar kita akan kuat jika seluruh pengurus dan anggota memiliki persepsi yang sama,” katanya.

Ia menekankan bahwa soliditas internal adalah fondasi utama agar organisasi pers mampu berkembang dan memberi manfaat luas bagi anggotanya.

IPJI juga mendorong anggotanya untuk membangun kemitraan yang sehat dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.

Kegiatan yang mengusung tema "Merawat Marwah Pers di Era Digitalisasi” ini menghadirkan lima narasumber dari unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, pakar hukum tata negara, pengamat pers, serta anggota DPRD.

Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi bagi insan pers agar tetap profesional, berintegritas, dan adaptif di tengah perubahan zaman. Prs Harus Profesional dan Berpegang pada Regulasi.

Baca Lainnya

Topik Populer