Limawaktu.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) akan menjadikan area yang terkena longsoran di kaki Gunung Burangrang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebagai area hutan.
“Rumah-rumahnya akan kita relokasi, biaya untuk hidup 2 bulan sudah kita berikan. Kemudian yang meninggal, yang terkubur, terus dievakuasi ya, hari ini dicari. Kemudian setelah itu, kita akan segera relokasi dan wilayah itu akan saya hutankan,” terang KDM, usai melantik Pengurus Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat, Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut KDM, Konsep untuk bangun rumahnya sesuai dengan lingkungan, tanahnya insya Allah akan dipenuhi. Berikutnya adalah mencegah yang nggak boleh terjadi lagi di tempat lain.
“Nah di kita ini kan kebiasaan, warga kita ini. Kalau dikasih peringatan dini itu nggak nurut,” kata KDM.
Dia menjelaskan, Kasus yang di Kabupaten Bandung yaitu di Arjasari, sudah ada belah, tapi kan warganya bandel.
“Nah kita ini kebiasaan, bangsa kita ini rebut setelah kejadian. Tidak pernah ribut sebelum kejadian. Lebih baik menurut saya ribut sebelum kejadian, daripada ribut setelah kejadian,” jelasnya
Saat ditanya soal arahan Wapres Gubran agar dilakukan tindakan soal alih fungsi lahan, KDM menyatakan, tinggal dilihat alih fungsi lahannya korporasi apa perorangan.
“Kalau penindakan Ya, apakah orang-orang yang, mohon maaf ya masyarakat kelas menengah ke bawah, mau kita adili kan, masyarakat biasa. Kalau itu korporasi, harus ditindak. Gitu loh. Kalau perorangan, masyarakat awam, dan karena kebutuhan, justru bukan ditindak, tetapi dikasih pekerjaan baru agar mereka tidak melakukan alih fungsi lagi,” ujarnya.
Sementara soal bantuan untuk korban longsor">longsor, Menurut KDM, hari ini akan mulai menggeser ke arah analisis yang mungkin terjadi di luar Jiwasraya Karena kalau yang musibah Jisarwa sudah jelas konsepnya kan. Yang meninggal kita akan santuri 25 juta terhadap para ahli warisnya.