Kamis, 21 Februari 2019 12:16

Kawin Cai Senusantara di Cimahi:Jokowi, Polemik dan Sejarah

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna Dan Ngatiyana Ikut Dalam Ritual Kawin Cai Di Kabuyutan Cipageran Cimahi tahun lalu.
Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna Dan Ngatiyana Ikut Dalam Ritual Kawin Cai Di Kabuyutan Cipageran Cimahi tahun lalu. [limawaktu]

Limawaktu.id - Untuk ke-4 kalinya, pelaksanaan tradisi kawin cai se-Nusantara kembali bakal digelar di Kota Cimahi pada Minggu (24/2/2019).

Acara tradisi budaya yang diinisiasi Kabuyutan Cipageran yang didukung Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi itu akan dilaksanakan di Kabuci, Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Baca Juga : Air dari 121 Sumber air se Nusantara Disatukan dalam Kawin Cai di Kabuyutan Cipageran

Rencananya, Kawin Cai se-Nusantara tahun ini pihak panitia sudah mengundang Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk hadir dalam acara itu. Bahkan, spanduk kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu sudah terpampang.

"Komunikasi panitia dengan Sekretariat Negara sudah ada, tapi tak bisa menjanjikan karena agenda (Jokowi) sudah banyak," kata Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Budi Raharja saat ditemui usai rapat koordinasi dengan panitia serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (21/1/2019).

Menurut informasi, lanjut Budi, sejauh ini sudah ada 135 sumber air dari seluruh Indonesia yang akan dipersatukan dalam Kawin Cai Senusantara di Kota Cimahi nanti.

"Sumber air yang dibawa itu dikawinkan dimasukan ke dalam sumur Kahuprian Cipageran," katanya.

Polemik Pelaksanaan Kawin Cai di Kalangan Masyarakat

Diakui Budi, sejak wacana Kawin Cai ini muncul, pertanyaan dari masyarakat yang menganggap bahwa acara itu seperti mengarah kepada kemusyrikan. Supaya tak simpang siur, Disbudparpora akhirnya mempertemukan pihak panitia yakni Kabuyutan Cipageran dengan MUI Kota Cimahi.

Tujuannya, untuk memperjelas dan menyamakan presepsi terkait acara itu agar tak menjadi polemik di kalangan masyarakat. Setelah melalui penjelasan, akhirnya MUI Kota Cimahi mengeluarkan fatwa atau rekomendasi bahwa acara itu boleh dilaksanakan. Sebab, kata dia, air harus dilestarikan karena merupakan sumber kehidupan.

Menurut catatan sejarah, kawin cai juga pernah dilakukan semasa Presiden Indonesia pertama, Soekarno tahun 1955. Tepatnya saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Saat itu, Bung Karno meminta setiap negara membawa air kemudian disatukan di Sumur Bandung.

Baca Lainnya