Rabu, 6 Maret 2019 16:59

Katanya, Dulu Ikan Ogah 'Hidup' di Sungai Cimahi, Sekarang Bagaimana?

Reporter : Fery Bangkit 
Biota air yang ditemukan di aliran sungai.
Biota air yang ditemukan di aliran sungai. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi tak menampik bahwa limbah dari pabrik masih menjadi penyumbang pencemaran aliran sungai di Kota Cimahi. Terutama di wilayah selatan.

Berdasarkan catatan DLH Kota Cimahi, limbah pabrik yang mencapai ratusan itu masih mencemari sungai mencapai 25-30 persen. Sisanya berasal dari limbah domestik (rumah tangga) dan sampah. 

Baca Juga : DPRD Janji Pertemukan Warga dengan Pihak Pabrik

"Kalau (limbah) pabrik itu ke Sungai Cimancong dan Cibaligo, di daerah selatan, ada sekitar 25-30 persen," ujar Kepala DLH Kota Cimahi, Mochamad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (6/3/2019).

Meski limbah pabrik masih menyumbang pencemaran sungai, Ronny mengklaim bahwa setahun ini ada perbaikan kualitas air sungai di Kota Cimahi. Ada perbaikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri di Kota Cimahi.

Baca Juga : Pemkot Cimahi Selalu Kecolongan Soal Pembuangan Limbah Pabrik ke Sungai

Sebab, kata Ronny, berdasarkan apa yang dilihatnya di lapangan secara kasat mata, air itu tak sehitam tahun-tahun sebelumnya. "Kalau dibandingkan setahun lalu, relatif air secara kasat mata lebih baik karena saya temukan ada biota air, ada impun kecil itu hidup," bebernya.

Terkait aksi 'main kucing' pabrik dalam membuang limbah, lanjut Ronny, pihaknya belum bisa memastikannya. Sebab, jelas harus ada pembuktian. Namun kalau siang hari, aksi buang limbah sembarangan itu sekarang diklaimnya sudah tidak ada.

Baca Juga : Luhut Ancam Industri di Cimahi Selatan segera Perbaiki IPAL

Untuk meminimalisir aksi buang limbang sembarangan pada malam hari, pihaknya mewacanakan pengawasan dimalam hari dengan menambah personel. Tentunya bekerja sama dengan Satgas Citarum Harum.

"Kita akan ada petugas pengawasan yang bekeja sama dengan Sektor. April setelah Pilpres ada tambahan personel untuk pengawasan sungai," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana juga mengakui bahwa masih ada aliran sungai yang tercemar limbah cair. Hal itu disampaikannya disela-sela peninjauan ke kawasan industri di Kota Cimahi.

"Mesti diakui, pencemaran aliran sungai itu masih ada. Bisa dilihat dari warna hitam airnya dan bau menyengat," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer