Jumat, 27 April 2018 17:58

Kata Warga Cireundeu Soal Pembangunan Perumahan di Gunung Gajah Langu: Seperti Kiamat Kecil dan Memori Longsor Sampah

Reporter : Fery Bangkit 
Area proyek perumahan di Kampung Adat Cireundeu.
Area proyek perumahan di Kampung Adat Cireundeu. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Warga Kampung Adat cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengibaratkan, digempurnya Gunung Gajah Langu untuk perumahan sebagai pertanda 'kiamat kecil'.

Pasalnya, dengan digundulinya kawasan hutan sekitar 6,3 hektare itu otomatis merusak lingkungan. Ancamannya yang dikhawatirkan warga adalah bencana longsor.

Baca Juga : Blak-blakan Wali Kota Cimahi Soal Tandatangan Izin Prinsip Pembangunan Perumahan di Kampung Adat Cireundeu

Apalagi, warga Kampung Adat Cireunde masih terngiang bencana longsor di Tempat Pembuangan Sampah Leuwigajah beberapa tahun lalu.

"Kalau hujan terus, susah tidur karena takut longsor. Kalau longsor kan kaya kiamat kecil," tutur Neni (48), warga Kampung Adat Cireundeu, Jum'at (27/4/2018).

Baca Juga : Merasa Dianggap Sudah Sesuai RTRW, Wali Kota Cimahi Tepis Keinginan DPRD Cimahi Soal Pembangunan Perumahan di Kp. Adat Cireundeu

Terlebih lagi, kata Neni, dilokasi proyek perumahan 'Griya Asri Cireundeu' yang sudah dibombardir alat berat itu terdapat sumber mata air yang sudah ada sejak lama.

Secara pribadi, ia sangat menyayangkan alih fungsi lahan tersebut. Meski memang lahan pribadi warga, tapi jika belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), seharusnya tidak boleh ada aktifitas dulu.

Baca Juga : Komentar Pedas Kadis PUPR Kota Cimahi Terhadap Pengembang Griya Asri Cireundeu

"Itu kan belum ada izin. Main gempur aja," ucapnya.

Ia melanjutkan, sama sekali tidak tahu mengenai rencana pembangunan perumahan tersebut. Pasalnya, Neni sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi oleh pihak sesepuh.

"Iya tau-tau udah digunduli aja. Gak tau rapatnya juga," katanya.

Baca Lainnya