Selasa, 11 Desember 2018 15:59

Kata Mantan Kepala BIN Soal Pembunuhan Brutal KKB di Papua

Reporter : Fery Bangkit 
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M Hendropriyono.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M Hendropriyono. [istimewa]

Limawaktu.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M Hendropriyono menyebutkan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah kelompok teroris.

Seperti diketahui, kelompok itu diduga kuat telah membunuh 31 pekerja PT Istaka Karya yang tengah melakukan pembangunan proyek di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Itu OPM sudah memasuki tahap kehancurannya sendiri. Dia bukan organisasi atau kelompok kriminal biasa seperti tukang copet, bukan. Dia teroris dan musuh dari seluruh dunia bukan hanya kita Indonesia," ujarnya kepada wartawan seusai mengisi acara di Sespim Lembang, Selasa (11/12/2018).

Menurutnya, sejak tahun 1963 dunia melalui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mengakui bahwa Papua yang dulu Irian Jaya adalah bagian dari negara Indonesia. Sehingga, apa yang diinginkan terkait dengan Papua merdeka tidak masuk akal. Sebab pembangunan disana terus dilakukan.

Dirinya menambahkan, kelompok kriminal bersenjata tersebut harus dikejar sampai dapat dan para pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) tidak boleh salah paham. Sebab yang dikejar adalah teroris yang mempunyai keinginan politik tertentu.

"Apa yang terjadi sekarang PBB harus mendukung kita dalam menumpas OPM," katanya. 

Diakuinya, peristiwa beberapa waktu lalu adalah tindakan biadab dan ia mempertanyakan dari mana mereka mendapatkan senjata. Hendropriyono pun mengungkapkan akan diketahui siapa yang mengatur menjadi otak KKB. Menurutnya, kejadian lalu harus dibawa ke Mahkamah Internasional agar gaungnya sampai ke PBB. Dirinya menilai KKB Papua adalah petualang dan bukan untuk kepentingan masyarakat setempat.

Terkait pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata yang dipimpin Egianus Kagoya, Hendropriyono mengatakan meski anggotanya hanya 50 orang. Namun, pelaku belum bisa terungkap karena memiliki diplomasi politik ke berbagai negara.

"Saya kira akan selalu muncul dimana mana (kelompok kriminal bersenjata) jika rakyat diam saja. Rakyat Irian mereka senang apalagi dengan pembangunan infrastruktur," tandasnya.

Baca Lainnya