Kamis, 24 Januari 2019 17:41

Kasusnya Sudah Sampai 220, KBB Dianggap Darurat DBD

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Ketua DPRD KBB, Samsul Ma'arif menengok pasien DBD di RSUD Cikalongwetan, Kamis (24/1).
Wakil Ketua DPRD KBB, Samsul Ma'arif menengok pasien DBD di RSUD Cikalongwetan, Kamis (24/1). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hernawan menyebutkan, hingga Kamis (24/1/2019), jumlah kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) mencapai 220 orang.

"Dua orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit," ujar Hernawan, kata Hernawan, Kamis (24/1/2019).

Baca Juga : Warga Diminta Waspadai DBD

Dikatakannya, jumlah paling banyak itu berada di Kecamatan Cikalong Wetan 76, Kecamatan Cililin 27, Kecamatan Ngamprah 26 dan Kecamatan Parongpong 20 orang. "Sisanya tersebar diseluruh kecamatan,"jelasnya.

Khusus di RSUD Cikalong Wetan, sejauh ini ada 12 warga yang menjalani perawatan. Jumlah penderita penyakit ini dikhawatirkan terus bertambah mengingat sekarang telah masuk musim penghujan dan Kecamatan Cikalongwetan merupakan salah satu wilayah endemik DBD. 

Baca Juga : Kasus DBD di Kabupaten Bandung Capai 236 Jiwa, Naik Dibandingkan Januari 2018

"Saya baru menengok pasien di RSUD Cikalongwetan dan kaget ketika menemukan fakta ada 12 warga yang secara bersamaan terjangkit DBD," kata Wakil Ketua DPRD KBB, Samsul Ma'arif, Kamis (24/1/2019).

Menurutnya, melihat fakta tersebut maka Kecamatan Cikalongwetan layak ditetapkan sedang darurat DBD. Perlu dilakukan antisipasi oleh Dinas Kesehatan supaya penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypti ini tidak menyebar luas di masyarakat.

Baca Juga : Beda Kasus DBD Januari 2018 dengan Januari 2019 di Cimahi

Samsul sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Hernawan Widjajanto agar segera mengambil langkah konkret terkait banyaknya warga Cikalongwetan yang terserang DBD. 

Diantaranya melakukan gerakan masif fogging ke lingkungan warga, tim kesehatan harus banyak turun memberi penyuluhan dan sosialisasi pencegahan DBD. Yang juga tidak kalah penting adalah menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten untuk standby di RSUD Cikalongwetan selama 24 jam.

"Posko khusus DBD juga harus disiapkan serta ruangan khusus untuk melayani pasien yang terkena DBD dalam satu blok di RSUD Cikalongwetan perlu ada. Supaya penanganan pasien bisa fokus dan komprehensif," sebut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Menurutnya, upaya lain selain imbauan, dinas mesti segera melakukan fogging secara masif di daerah suspect DBD. "Saya rasa upaya yang harus dilakukan segera adalah melakukan fogging, agar jentik nyamuk penyebab menularnya DBD bisa mati. Semoga Dinkes bisa merespons dengan cepat persoalan ini," pungkasnya dia.

Baca Lainnya