Jumat, 22 Juni 2018 14:25

Kasus TB MDR di Cimahi Capai 47 Orang, 6 Dinyatakan Meninggal

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi TB MDR.
Ilustrasi TB MDR. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengungkapkan, kasus Tuberkulosis (TB) Multi Drug Resistant (MDR) sejauh ini di Kota Cimahi mencapai 47 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan menjelaskan, TB MDR merupakan kasus yang cukup berat. Pengobatannya pun minimal harus dilakukan selama dua tahun secara berkala.

"TB MDR ada 47 komulatif. Yang sedang meninggal ada 6 (enam)," terangnya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jum'at (22/6/2018).

Dari jumlah kasus TB MDR yang terdata, sekitar 10 orang sudah bisa disembuhkan. Sementara sisanya masih dalam proses penyembuhan.

Dikatakannya, kasus TB MDR harus ditemukan hingga dilakukan pengobatan secara teratur. Obatnya pun, kata Fitriani, minimal harus ada tiga jenis yang dikonsumsi.

Ia menjelaskan, gejala TB MDR sama seperti TB biasa. Hanya saja, TB MDR sulit untuk diobati, dan semakin lama penyakitnya akan semakin parah.

"Efek sampingnya gangguan prilaku, fatalnya bisa sampai meninggal," jelas dia.

Selain pengobatannya membutuhkan waktu lama, kata Fitriani, biayanya pun cukup besar. Jika TB biasa hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 200 ribu, maka untuk TB MDR ini bisa mencapai Rp 200 juta.

Untungnya, untuk di Kota Cimahi, beber Fitriani, beban anggaran pengobatan TB masih mendapat bantuan dari World Healt Organization (WHO). Pengobatan bisa didapat di semua Puskemas.

"TB berat bisa sampai Rp 200 juta. Tiap haru harus disuntik," katanya.

Untuk kasus TB keseluruhan, ungkap Fitriani, selama tahun 2017, pihaknya mendata ada sekitar 1.800 kasus TB di seluruh Kota Cimahi.

Sementara untuk kasus tahun ini hingga triwulan I, sudah mencapai 411 kasus TB positif maupun negatif. "Dengan makin banyak kasus ditemukan, itu makin baik," tuturnya.

Sebab, dengan semakin banyak ditemukan kasus TB, kata dia, artinya pemantauan pun akan semakin mudah. Pihaknya lebih mudah untuk menghimbau agar yang terkena kasus itu terus melakukan pengobatan secara berkala.

Penularan TB sendiri tergolong mudah. Penyakit tersebut bisa menluar lewat udara. Apalgi, jika kondisi rumahnya lembab dan tidak tersentuh sinar matahari.

"Makannya klo ada satu TB, kita harus melacak sampai 10-15, diperiksa," tandas Fitriani.

Baca Lainnya