Selasa, 22 Januari 2019 15:25

Kasus DBD di Cimahi Meluas, Permintaan Fogging Meningkat

Reporter : Fery Bangkit 
Fogging dilakukan ke sejumlah rumah warga, Selasa (22/1/2019).
Fogging dilakukan ke sejumlah rumah warga, Selasa (22/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Sebaran kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Cimahi semakin meluas. Permintaan fogging dari warga pun meningkat.

Salah satunya dari warga RW 5 Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi. Fogging dilakukan ke sejumlah rumah warga, Selasa (22/1/2019).

Baca Juga : Kasus DBD Meluas, Warga Cimahi Was-was

Pengelola Program DBD pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Eka Febriana mengatakan, sejak merebaknya kasus DBD Januari ini, permintaan fogging dari masyarakat terus meningkat. Termasuk di RW 5 Kelurahan Baros yang warganya sudah ada tiga orang terkena DBD.

"Tahun 2019 ini permintaan (fogging) dari masyarakat meningkat, karena khawatir terkena DBD. Di RW 5 Baros ada 3 (tiga) kasus," terangnya saat ditemui disela-sela pelaksanaan fogging.

Baca Juga : Mau Putus Rantai Jentik Nyamuk DBD, ini Langkah Sederhananya!

Dikatakannya, selain di wilayah Kelurahan Baros, kata Eka, pihaknya bakal terus melakukan fogging ke wilayah terjangkit DBD. Tentunya disesuaikan dengan permintaan dari warga. 

Namun, jelas dia, permintaan dari warga itu tak lantas langsung direalisasikan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Permintaan itu terlebih dahulu ditampung, yang kemudian dilakukan penyelidikan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) setempat.

Baca Juga : RSUD Cibabat Dipenuhi Pasien DBD, Adakah Slot Bagi Pasien Baru?

"Hasil penyelidikan fogging ini jadi dasar kita melakukan fogging. Kalau sekarang ini seminggu bisa sampai 3-4 hari," katanya.

Ditegaskannya, fogging hanyalah pemberantasan nyamuk, namun jentiknya tak akan mati. Sebab, kata dia, antisipasi perkembangbiakan jentik nyamuk DBD dilakukan dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan prilaku 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur. 

"Selain itu, gunakan anti nyamuk bakar dan sempor atau obat nyamuk oles," imbuhnya.

Deni Hermawan, Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Baros menuturkan, di wilayah RT 02 memang belum ada kasus DBD untuk tahun ini. Namun sebagai antisipasi, kata dia, pihaknya melakukan permintaan kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk dilakukan fogging.

"Ini ada permintaan dari warga. Memang saat ini allhamdulilah belum ada, tapi warga tetap khawatir," ujarnya.

Baca Lainnya