Selasa, 24 Oktober 2017 12:04

Kapan Cimahi Punya Depo Arsip?

Reporter : Fery Bangkit 
depo arsip
depo arsip [limawaktu]

Limawaktu.id, – Selama 16 tahun berdiri, Kota Cimahi belum memiliki depo arsip. Padahal, dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, setiap kabupaten/kota diharuskan memiliki depo arsip.

Hal tersebut tentunya menjadi tantangan dan pekerjaan rumah yang harus direalisasikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2017-2022, Ajay M Priatna-Ngatiyana.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Tata Wikanta mengakui, depo arsip di Kota Cimahi sangat dibutuhkan, mengingat tempat yang ada saat ini sudah tak refresentatif lagi untuk menyimpan arsip.

Rencananya, kata dia, Pemerintah Kota Cimahi akan memulai pembangunan depo arsip tahun ini. Namun, dengan dalih waktu yang tak memungkinkan, akhirnya rencana tersebut harus mental lagi.

“Kita hampir setiap ruangan sudah krodit kekurangan tempat. Mudah-mudahan dengan kepempimpinan yang baru (bisa terealisasi), karena ini sangat mendesak kebutuhannya,” ujar Tata saat ditemui di Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (24/10/2017).

Dikatakannya, sebetulnya sejak dulu Pemerintah Kota Cimahi sudah membuat kajian Detail Enggenering Desain (DED) untuk pembuatan depo arsip. Tapi DED tersebut tampaknya harus diubah lagi.

“Dulu pernah ada DED tapi kemudian kita akan lakukan review lagi DID-nya. Mudah-mudahan 2018 kita coba. Kalau dari sisi perencanan sudah jadi pdioitas,” ucapnya.

Dengan tidak adanya depo arsip, Pemerintah Kota Cimahi terpaksa menyimpan arsip di ruang Bidang Arsip di sekitar yang hanya memiliki luasan sekitar 6x6 meter, dengan satu lantai saja.

Padahal menurut Priatna Jumsa, Pengelola Arsip Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi, tempat menyimpan arsip idealnya ialah 8x10 meter, dengan lima lantai.

“Arsip belum tertata dengan baik karena belum ada depo arsip. Idealnya 5 (lima) lantai, dengan sarana penunjang lainnya,” katanya.

Dikatakannya, setiap tahun pihaknya selalu mengajukan pembuatan depo arsip. Namun, karena belum menemukan lahan, akhirnya rencana pembuatan depo arsip selalu batal dilaksanakan.

Menurutnya, total lahan yang harus disiapkan untuk membuat depo arsip itu sekitar 1.000 meter. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pengadaan lahan hingga pembangunan gedung diperkirakan mencapai Rp 30 miliar.

Soal anggaran, pihaknya akan mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

“Setiap tahun diajukan, cuma beratnya itu dipengadaan lahan. Depo arsip sangat butuh. Mutlak tertera dalam Undang-undang harus ada depo arsip,” kata Priatna.

Dikatakannya, dengan adanya depo arsip tersebut, penyimpanan akan semakin tertata, sehingga memudahkan dalam mencari arsip yang diinginkan.

“Harapannya segera terealisasi,” ucapnya. (kit)*