Jumat, 25 Oktober 2019 18:36

Kampanyekan Misi Sembuh Stroke, Komarudin Nekat Jalan Kaki Bandung-Jakarta

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id - Misi Komarudin Rahmat dalam menyebarkan optimis sembuh bagi penderita stroke sangat luar biasa. Pria berusia 65 tahun itu akan berjalan kaki ke Jakarta. Misi pria kelahiran 25 Maret 1954 itu mulai dilakukan pada Jumat (25/10/2019) dari Kota Bandung.

Langkah Komaruddin begitu mantap menjejak jalanan beraspal di bawah terik matahari ketika tiba di Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ditangannya, ada bendera merah putih yang ia genggam erat. Tak lupa sebuah topi pun Komarudin kenakan untuk menangkis teriknya matahari siang itu. Deru suara kendaraan jadi temannya perjalan.

Bandung-Jakarta-jumat-25102019-5db2dd1828066.jpg" alt="" />
Komarudin Rahmat (65) Kampanyekan Misi Sembuh Stroke Dengan Cara Jalan Kaki Bandung-Jakarta Jumat (25102019)

Rencananya, ia akan melewati rute Cikalong Wetan menuju Purwakarta, Cikampek dan Bekasi. Kemudian tiba di Jakarta 29 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Stroke se-Dunia. "Tapi saya enggak ngoyo, mau mundur dua hari juga enggak masalah. Yang penting, niat dan pesannya tersampaikan," ujar Komarudin saat ditemui disela-sela perjalanan.

Komarudin sendiri pernah terkena stroke tahun 2012 lalu. Pembuluh darahnya pecah sehingga membuat tubuhnya lumpuh sebelah dan rasa kesemutan parah di kaki. Ia pun tak bisa menelan air liur, sedangkan matanya pedih tak karuan. Penyakit itu membuat kehidupannya berubah 180 derajat.

"Saya pensiun dari pekerjaan, ingin mengejar mimpi jadi budayawan Betawi. Sempat menggelar panggung lenong klasik, merugi dan terus kepikiran. Itulah titik poinnya," ujar Komaruddin saat ditemui, Jumat (25/10/2019).

Komarudin Rahmat (65) Kampanyekan Misi Sembuh Stroke Dengan Cara Jalan Kaki Bandung-Jakarta Jumat (25102019)

Meski diterpa penyakit, Komarudin tidak mau menyerah. Selama enam bulan, ia terus melakukan terapi penyembuhan hingga akhirnya bisa berjalan lagi meski bahunya masih miring dan langkahnya diseret. "Bagi saya ini peristiwa yang mencekam tapi luar biasa bagi saya. Saat divonis stroke yang saya cari pertama kali adalah orang yang berhasil sembuh," ujarnya.

Menurutnya, kunci menjauhi stroke adalah dengan selalu berpikiran positif, tidak mudah menyerah dan menjaga pola makan. Ia pun belajar teknik pernafasan untuk mengantisipasi anggota badan yang sulit digerakkan. "Jangan menyerah, jangan hanya berbaring di kasur," ucap Komarudin.

Beberapa tahun kemudian, Komaruddin berhasil pulih total dari penyakit mencekam itu. Ia pun berinisiatif untuk membuat kampanye sadar stroke dan menyebar optimisme sembuh kepada pengidap penyakit serangan otak tersebut.

"Saya bulatkan tekad untuk melakukan long march dengan biaya sendiri. Saya dibantu yayasan Cahaya Kita. Ada tim tiga orang di mobil, sopir dan yang mengatur penginapan dan makan," terangnya.

Sebelum menjakankan misi berjalan kaki dengan menempuh ratusan kilometer, Komarudin pernah melakukan beberapa kali try out dengan berjalan kaki dari Bekasi ke Kota Tua, Jakarta, lalu dari Bekasi ke Monas sebagai persiapan long march. "Sehari minimal jalan kaki 12 KM," tandasnya.

Baca Lainnya