Selasa, 29 Januari 2019 13:32

Kadisdik Kota Bandung Dikembalikan ke UPI, Ini Alasannya

Elih Sudiapermana.
Elih Sudiapermana. [net]

Limawaktu.id - Kepala Badan Kepegawaian pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung Yayan A Brillyana menceritakan, bahwa pada tahun 2014, Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil, meminta izin kepada Universitas Pendidikan Indonesia agar Elih Sudiapermana dapat menduduki jabatan struktural di Pemkot Bandung. 

“Pemkot Bandung waktu itu meminta bantuan ke UPI untuk penempatan kadis (kepala dinas). Karena Dinas Pendidikan ini spesial. Pejabatnya harus yang mengerti pendidikan. Saat itu kami akan mereformasi dunia pendidikan,” ungkap Yayan, di Balai Kota Bandung, Selasa (29/1). 

Baca Juga : Kota Bandung Masih Kekurangan ASN

Elih sendiri ditunjuk menjadi Kepala Disdik Kota Bandung oleh Ridwan Kamil. Dengan kepemimpinan Elih, menurut Yayan, pola pendidikan Kota Bandung menjadi role model di tingkat nasional, terutama dalam kaitannya dengan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

Selain itu, pria berusia 57 tahun tersebut pun telah sukses dalam menerapkan sistem PPDB daring, tidak ada lagi sekolah favorit melalui penyebaran guru profesional. 

Baca Juga : Evaluasi Kinerja instansi, Cegah Pemborosan Anggaran

“Pak Elih telah menanamkan fondasi yang kuat dalam pendidikan di Kota Bandung. Beliau pun menanamkan sistem integritas sehingga tidak ada lagi pungutan liar. Pak Eli sudah menanamkan itu selama lima tahun kebelakang,” tuturnya.  

Selama kepemimpinannya, disampaikan Yayan, Elih telah berhasil menorehkan berbagai prestasi sehingga Kota Bandung meraih penghargaan tingkat nasional seperti Anugerah Ki Hajar untuk kepedulian, komitmen, dan dedikasinya dalam pendayagunaan pengembangan TIK pendidikan. Juga, Kawastara Pawitra yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dianggap peduli terhadap program pelatihan kepala sekolah.

Yayan menyebutkan, Elih dikembalikan ke institusi asalnya melalui Surat Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 880/278-BKPP/2019 tanggal 28 Januari 2019 tentang pemberhentian Jabatan Tinggi Pratama Dinas Pendidikan Kota Bandung. Tepat setelah lima tahun lalu, yakni 28 Januari 2014, dosen pendidikan luar sekolah itu dilantik jadi Kepala Disdik. 

“Sekarang dikembalikan ke institusinya (UPI), sebagaimana amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 karena masa jabatan pimpinan tinggi maksimal lima tahun. Pak Elih selesai bertugas di saat Pemkot Bandung sudah mempunyai fondasi yang bagus yang diciptakan beliau. Bukan berarti tidak terpakai, justru sebaliknya,” tepis Yayan.

Yayan menyatakan, Pemkot Bandung akan berupaya untuk melanjutkan fondasi kuat yang telah ditanamkan Elih selama ini dengan menciptakan kader-kader handal. 

“Kami kembalikan lagi ke UPI dengan ungkapan terima kasih sebanyak-banyaknya yang disampaikan Pak Wali Kota Bandung atas dedikasi yang diberikan kepada Pemkot Bandung, khususnya dunia pendidikan selama lima tahun terakhir ini,” ucapnya.

Yayan kembali menegaskan, pengembalian itu bukan karena citra negatif. Sebaliknya, justru merupakan citra yang positif. Ibaratnya sekarang pendidikan Kota Bandung sudah punya dasar yang kuat. Dengan modal yang sudah diberikan Elih, pendidikan Kota Bandung sudah bisa dilanjutkan dan terus ditingkatkan lagi kualitasnya. 

“Pak Elih dikembalikan hanya karena amanat undang-undang dan tidak bisa selamanya. Beliau juga harus mengembangkan karirnya sebagai dosen. Dulu pun ada Pak Koswara yang menjadi Inspektur Kota Bandung yang berasal dari BPKP bertugas untuk membenahi Inspektorat dan kemudian dikembalikan,” tandasnya. (*)

Baca Lainnya