Selasa, 16 Juni 2020 10:56

Kabar Baik! Pasien Sembuh Covid-19 di Cimahi Lampaui Pasien Positif

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Medis Melayani Warga Saat Swab Test.
Petugas Medis Melayani Warga Saat Swab Test. [Foto istimewa]

Cimahi - Jumlah kesembuhan pasien Corona Virus Disease (Covid-19">Covid-19">Covid-19) di Kota Cimahi melejit pekan ini. Jumlahnya mencapai 48 orang atau 54,55 persen dari total pasien positif yang berjumlah 88 orang.

Angka kesembuhan akibat virus korona itu semakin meninggalkan kasus yang masih positif aktif. Jumlahnya berkurang menjadi 37 orang atau 42,05 persen. Sedangkan kasus kematian akibat tersebut masih tertahan diangka 3 orang atau 3,41 persen.

Kondisi tersebut tentunya menjadi kabar baik dan membuka harapan bahwa virus korona di Kota Cimahi bisa dikendalikan. Apalagi dalam beberapa hari terakhir ini tidak ada penambahan kasus positif Covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, pihaknya optimis ke depan akan kesembuhan akan terus bertambah. Apalagi saat ini, tidak ada pasien Covid-19 asal Kota Cimahi yang masuk perawatan zona merah.

"Kesembuahn kita sudah 50 persen lebih. Saya optimis naik karena pasien positif hampir gak ada masuk perawatan merah," katanya saat dihubungi, Selasa (16/6/2020).

Ke depan, kata dia, pihaknya akan menyasar masyarakat yang mengalami gejala Influenza Like Illness (ILI). Gejala tersebut akan disaring sejak dari rumah sakit dan Puskesmas, dan nantinya akan dilakukan swab test.

Sebetulnya penapisan masyarakat yang terkena ILI sudah dilakukan sejak lama namun hanya dipantau saja. Namun ke depan akan langsung dilakukan swab test untuk mencegah penularan Covid-19.

"Gejalanya itukan batuk, pilek, sakit tenggorokan, susah nelan, sesak. Menyerupai tanda tanda Covid-19.
Kita akan melakukan penapisan di Puskemas dan rumah sakit adalah paisen ILI," jelas Rini, sapaan Chanifah Listyarini.

Kemudian dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang bersamaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kota Cimahi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi akan mengikuti arahan WHO dengan mengetes 1/1.000 penduduk setiap pekannya.

Artinya, jika penduduk Kota Cimahi ada sekitar 600 ribu jiwa, akan ada sekitar 600 jiwa setiap pekannya yang akan dilakukan swab test. Angka itu diharapkan akan tercapai dengan keberadaan Laboratorium Poltekkes yang rencananya mulai beroperasi pekan depan.

"Untuk Cimahi penduduk dibulatkan kita targetkan 600 per pekan. Sehari 100 ini yang harus lakukan terus secara masif," ujar Rini.

Pihaknya juga akan fokus melakukan penapisan di titik kerumunan dengan melaksanakan rapid test. Seperti di pasar tradisional. Jika hasilnya reaktif, pihaknya akan langsung melakukan swab untuk memutus penularan Covid-19.

"Kalau untuk rapid kita kejar di kerumunan karena rata-rata penularan itu ada di kermunan-kerumunan dan kontak erat. Kami juga akan mengutamakan yang PDP-ODP yang dirawat dan yang ditemukan di Puskemas," beber Rini.

Selain dengan melakukan swab dan rapid test, Rini meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan">protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, mencuci tangan hingga jaga jarak. Sebab menurutnya cara itu akan efektif memutus penularan Covid-19 apabila terus dilakukan masyarakat.

"Kuncinya jaga jarak, pakai makser, cuci tangan mutlak harus kita lakukan," imbuhnya. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer