Sabtu, 5 Januari 2019 15:04

Jumlah Sapi Ikut Asuransi Menurun Tahun ini, Kok Bisa?

Reporter : Fery Bangkit 
Salah Seorang Peternak di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara,Utara, Kota Cimahi Tengah Mengurus Sapinya.
Salah Seorang Peternak di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara,Utara, Kota Cimahi Tengah Mengurus Sapinya. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Jumlah sapi yang tercover dalam program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kota Cimahi sepanjang 2018 mengalami penurunan dibandingkat tahun 2017.

Jika tahun 2017, ternak sapi yang diasuransikan di Kota Cimahi mencapai 62 ekor, namun tahun 2018 hanya mencapai 27 ekor saja. Sedangkan jumlah keseluruhan sapi di Cimahi mencapai 300 lebih. 

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, tahun ini pihaknya hanya mendapat target kuota sebanyak 20 ekor sapi untuk diikutikan dalam program Kementrian Pertanian (Kementan) RI. Tapi, kata dia, realisasinya tahun ini ada 27 ekor sapi yang diasuransikan.

"Target kementrian 20 ekor, terealisasi 27. Jadi sudah melebihi target dari kementrian," kata Mita saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (5/1/2019).

Sebanyak 27 ekor sapi yang tercover asuransi itu didapat dari sembilan peternak di Kota Cimahi, yang semuanya berada di wilayah Cipageran, Cimahi Utara. "Jadi ada 1 (satu) peternak mengasuransikan lebih dari 1 (satu) ekor sapi," ujar Mita.

Untuk jumlah sapi yang sudah mendapat klaim dari asuransi itu, kata Mita, sepanjang 2018 hanya ada dua ekor sapi. Klaim itu sudah dibayarkan oleh pihak asuransi. "Dua ekor tahun ini (mendapat klaim) ada yang sakit (bagian kaki) jadi roboh," tuturnya.

Pihaknya mengkalim, sudah melakukan sosialisasi sejak dua 2017 atau saat dimulainya program AUTS. Namun, kata dia, perihal tertarik atau tidak peternak mendaftarkan sapinya untuk ikut program itu tergantung dari peternak. Pihaknya tak bisa memaksakannya.

"Sebagian besar peternak itu sudah tau tentang asuransi tapi kan semua diserahkan kembali ke peternaknya mau ikut atau tidak," ucapnya.

Soal program khusus bagi para peternak, lanjut Mita, setiap tahun pihaknya kerap melaksanakan pelatihan dan pembinaan. Tujuannya tentu saja untuk peningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan peternak dalam manejemen peternakan.

"Misalnya manejemen kandang harus seperti apa, pengelolaan kesehatan harus seperti apa, hewannya harus seperti apa pemberian pakan yang baik harus seperti apa," jelasnya.

Selain melalui kegiatan formal, kata dia, pertemuan non formal pun kerap dilakukan. Misalnya, dengan melakukan kunjungan ke peternak langsung atau ada juga peternak yang datang ke dinas untuk mengkonsultasi.

AUTS merupakan program Kementrian Pertanian Republik Indonesia, yang dikerjasamakan dengan PT Jasindo. Program asuransi ternak sapi itu dimulai sejak tahun 2017.

Program ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko masyarakat dalam pengembangan ternak sapi. Asuransi ternak sapi difokuskan pada perlindungan dalam bentuk ganti rugi kepada peternak bila terjadi kematian sapi karena penyakit, kecelakaan atau hilang akibat aksi pencurian.

Asuransi yang harus dibayarkan per tahun untuk satu ekor sapi sebesar Rp. 200.000. Namun, peternak sapi cukup hanya membayar Rp 40.000 saja. Sebab, sisa pembayaran asuransi sebesar Rp160.000 sudah disubsidi oleh pemerintah pusat.

Baca Lainnya