Selasa, 29 Januari 2019 18:19

Jelang Tutup Bulan, Kasus DBD di Cimahi Semakin Meluas, ini Jumlah Terbarunya

Reporter : Fery Bangkit 
Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi Saat Menengok Pasien DBD Di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud.
Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi Saat Menengok Pasien DBD Di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Jumlah pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Cimahi yang terdata Dinas Kesehatan (Dinkes) terus bertambah.

Jika sebelumnya terlaporkan hanya 119 kasus DBD, namun Selasa (29/1/2019) sudah terlaporkan ada 200 kasus DBD itu.

Baca Juga : Isak Tangis Ibunda Melihat Anak Kembarnya Kena DBD Hingga Masuk ICU 

Rinciannya, di Melong ada 27 kasus, Cipageran 26 kasus, Cibeber 14 kasus, Leuwigajah 10 kasus, Cibabat 13 kasus, Citeureup 4 kasus, Pasirkiliki 15 kasus, Cimahi 19 kasus, Karangmekar 12 kasus, Baros 6 kasus, Padasuka 15 kasus, Setiamanah 8 kasus, Utama 8 kasus serta Cibeureum 7 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, Romi Abdurakhman mengatakan, sebetulnya bukan jumlahnya yang meningkat pesat, namun kasus lama yang baru terlaporkan baru-baru ini ke Dinkes Kota Cimahi.

Baca Juga : Jangan Dikit-dikit Minta Fogging, Kurang Efektif Cegah DBD, nih Penjelasannya!

"Memang dari awal sudah tinggi cuma belum terlaporkan lengkap. Banyak yang belum laporin," jelas Romi saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (29/1/2019).

Dikatakannya, sejak awal mewabahnya kasus itu, pihaknya sudah sering mengimbau agar masyarakat melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Minimal di rumahnya masing-masing. Namun menurutnya, kesadaran masyarakat dalam melakukan PSN masih kurang. Sebab, setiap kali pihaknya melakukan pemantauan, PSN masih jarang dilakukan warga.

"Saya titip, tolong berantas jentik nyamuk di rumah masing-masing lewat PSN," imbuhnya. 

Baca Lainnya