Jumat, 6 Oktober 2017 18:40

Jawa Barat Rawan Bencana Longsor

Reporter : Yulie Kusnawati
S. Riyadi, Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat
S. Riyadi, Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat [limawaktu]

Limawaktu.id,- Bencana tanah longsor dan banjir hingga kini masih menjadi ancaman serius  bagi sebagian wilayah Kabupaten Bandung maupun Jawa Barat. Setiap musim penghujan di Jawa Barat kerap terjadi tanah longsor. Kondisi ini jadi perhatian khusus bagi Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Barat untuk menghadapi persoalan itu. Termasuk intensif berkoordinasi dengan Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu sejumlah alat utama milik Basarnas siaga 24 jam.

Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat, S. Riyadi mengatakan, untuk antisipasi musim hujan dari Kantor SAR Bandung telah menyiapkan segala sesuatunya, SDM dan Peralatan. Namun, katanya, meskipun bukan musim hujan, pihaknya tetap siap dalam waktu 24 jam.

"Mau musim apapun kami tetap siap. Dari aspek SDM, kesiagaan dan peralatan pun kami siapkan semuanya," kata Riyadi saat diwawancara di kantornya, Jumat (6/10).

Riyadi pun menjelaskan, potensi bencana di Jawa Barat cukup besar. Terutama ketika memasuki musim penghujan, karena sebagian punya kontur pegunungan sehingga berpotensi terjadi tanah longsor. 

Sementara wewenang Basarnas yang ada pada tanggap darurat bencana menuntut kesiapan anggota dan alat utamanya. "Basarnas sudah menyiagakan 79 pasukan terlatih untuk ditempatkan di dua wilayah, yaitu Cirebon dan Bandung. Mereka  dapat diterjunkan ke lokasi bencana sewaktu-waktu," jelasnya. 

Lebih lanjut lagi, Riyadi mengatakan, pada saat bencana terjadi, Basarnas langsung mengirim tim pendataan agar penanganan tepat dan cepat. Dari data itu baru diketahui situasi sebenarnya serta potensi ancaman yang masih bisa terjadi.

"Selain puluhan personil, kami pun telah siapkan perahu karet sebanyak 20 unit, dan untuk mengantisipasi tanah longsor serta pergerakan tahan kami juga siapkan Ekskavator serta peralatan lainnya," pungkasnya. (lie)*