Rabu, 4 Desember 2019 13:42

Janji Bayar Tunggakan, Masalah KDN Pemkot Bandung ke TPA Sarimukti 'Clear'

TPA Sarimukti
TPA Sarimukti [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menyatakan, permasalahan utang piutang Kompensasi Dampak Negatif (KDN) pembuangan sampah ke TPA Sarimukti dengan Pemkot Bandung sudah selesai. Sebab, Pemkot Bandung sepakat akan membayar tunggakan sebesar Rp 3,2 miliar pada tahun 2020 nanti.

"Sudah selesai dan sudah ada kesepakatan bahwa Kota Bandung akan membayar utangnya pada tahun 2020," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (4/12/2019).

Artinya, jelas dia, Pemkot Bandung sudah mengakui adanya masalah utang piutang ke Pemkab Bandung Barat terkait KDN ritase pembuangan sampah ke TPA Sarimukti tersebut karena buktinya ada temuan dari Badan Pengawas Keuangan (BPK).

"Iya betul (ada utang) karena itu hasil dari temuan BPK, sehingga masalah ini bisa clear dan (utangnya) akan dibayarkan oleh Kota Bandung," jelasnya Apung.

Untuk mekanisme pembayarannya, lanjut Apung, Pemkota Bandung akan membayar ke kas daerah Pemkab Bandung Barat, kemudian dari keuangan akan diberitahukan ke Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) agar desa yang terdampak pembuangan sampah mengajukan proposal.

Desa yang terdampak pembuangan sampah ke TPA Sarimukti itu, yakni Desa Sarimukti, Mandalasari, dan Rajamandala, sehingga ketiga desa tersebut harus segera mengajukan proposal ke Pemkab Bandung Barat agar KDN bisa dibayar. "Setelah pengajuan proposal nanti akan diverifikasi oleh BPPD, nanti pemerintah daerah transfer ke rekening pemerintah desa," ucapnya.

Sebelumya, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta agar Pemda KBB untuk segera menutup TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat untuk pembuangan sampah khusus dari Kota Bandung.

Hal tersebut, karena sejak tahun 2013 pembayaran kompensasi dampak negatif (KDN) ritase pembuangan sampah dari Kota Bandung ke KBB disebut-sebut tidak pernah lunas, sehingga menyisakan utang ke pemerintah KBB sebesar Rp 3,2 miliar

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer