Senin, 4 Februari 2019 11:07

Jangan Sepelekan Demam Tinggi, Kenali Gejala dan Tanda Sembuh DBD ini!

Reporter : Fery Bangkit 
Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, dr. Dewi Mulyani SpA Mkes.
Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, dr. Dewi Mulyani SpA Mkes. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Demam Berdarah Dangue (DBD) merupakan penyakit yang kerap menyerang saat musim hujan. Demam berdarah itu disebabkan virus dangue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti.

Tapi, tahukan Anda bahwa DBD memiliki perjalanan ilimiah hingga hari kritis? Begini penjelasannya!

Baca Juga : Jelang Tutup Bulan, Kasus DBD di Cimahi Semakin Meluas, ini Jumlah Terbarunya

Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, dr. Dewi Mulyani SpA Mkes menjelaskan, penyakit DBD itu diawali panas tinggi mendadak dan sulit turun meskipun sudah diberikan obat penurun demam.

"Hari pertama, kedua itu kemungkinan trombosit belum turun," katanya, Senin (4/2/2019).

Baca Juga : Jangan Asal Fogging, Bahayanya Mengerikan!

Kemudian, kata Dewi, syok atau masa kritis pasien DBD itu biasanya terjadi dihari keempat hingga hari keenam. Tanda awal yang timbul sebelum terjadinya syok adalah nyeri perut yang hebat secara tiba-tiba, nyeri kepala yang hebat hingga muntah hebat.

"Makannya untuk orang tua perlu waspada, maksimal dihari ketiga anak harus dibawa untuk berobat, diperiksakan darah. Kalau ini bisa dideteksi biasanya terjadinya syok lebih bisa diminimalisir," jelas dia.

Baca Juga : Stop!Cukup 219 Saja yang Terkena DBD di Cimahi

Ia menjelaskan, masalah utama penyakit demam berdarah adalah kebocoran pada pembuluh darah. Kebocoran itu terjadi selama 24 hingga 48 jam. Tak ada obat untuk menutup kebocoran itu, sebab nantinya akan menutup sendiri.

"Itu memang perjalanan alamiah. Yang penting terapi demam berdarah adalah pemberian cairan pada saatnya dia minum dengan cairan infus," beber Dewi.

Kemudian, dr. Dewi pun menjelaskan juga ciri-cirinya pasien DBD yang sudah sembuh. Hal itu jelas perlu Anda ketahui.

Ia menjelaskan, jika pasien masih di rumah hari ketiga demam, kemudian diperiksa normal namun nyatanya hari kelima turun demamnya itu harus diperhatikan. "Ini turunnya sembuh atau trombositnya juga turun," katanya.

Untuk membedakannya, papar Dewi, untuk pasien yang sudah dinyatakan sembuh itu trombositnya naik. Kemudian, kekentalan darah sudah stabil, memiliki nafsu makan bagus dan sudah terlihat ceria serta tidak demam lagi. 

Namun jika trombositnya turun, lemas dan tak ceria, serta belum memiliki nafsu makan seperti biasanya, itu yang perlu diwaspadai. Bisa jadi si pasien belum sembuh total dari demam berdarah. 

"Tapi kalau trombositnya udah bagus tapi nafsu makannya belum mau kita tidak akan memulangkan (belum sembuh). Karena itu pertanda berarti dia belum nyaman ada sesuatu yang masih dirasakan, biasanya nyeri perut," papar Dewi. 

Kasus DBD di Kota Cimahi awal bulan ini terbilang fantastis. Jumlahnya mencapai 219 kasus, satu di antaranya meninggal dunia. Angka itu sangat jauh peningkatannya dibandingkan bulan yang sama, yakni Januari 2018 yang hanya 24 kasus. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer