Senin, 22 Januari 2018 19:42

Jaminan Wali Kota Cimahi Menyangkut Sertifikasi Tanah

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi , Ajay M. Priatna menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada warga di Gedung Technopark Cimahi.
Wali Kota Cimahi , Ajay M. Priatna menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada warga di Gedung Technopark Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,– Wali Kota cimahi Ajay Muhammad Priatna menjamin, pembuatan sertifikasi tanah bagi warga Kota Cimahi tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Dikatakannya, seluruh biaya akan ditanggung Pemerintah Kota Cimahi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (apbd) Kota Cimahi. Besarannya, persertifikat mencapai Rp150.000.

Baca Juga : 80 Juta Tanah di Indonesia Belum Bersertifikat

“Tidak ada biaya serupiah pun. Anggarannya menjadi beban Pemkot Cimahi,” kata Ajay usai menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis kepada warga di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Raya Baros, Senin (22/1/2018).

Total ada 3.000 sertifikat tanah yang akan serahkan bagi 15 kelurahan se-Kota Cimahi. “1.000 per kecamatan,” ucap Ajay.
Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi, total ada sekitar 120 ribu bidang tanah di Cimahi. Sementara yang baru tersertifikatkan mencapai sekitar 90 ribu bidang tanah.

Baca Juga : 76 Persen Bidang Tanah di Kabupaten Bandung Belum Bersertifikat

Dikatakan Ajay, Pemerintah Kota Cimahi menargetkan, 20 ribu bidang tanah tersertifikatkan tahun 2018 ini. Sisanya menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya maupun BPN Kota Cimahi.

“Sudah banyak tanah yang jelas legalitasnya, jelas kepemilikannya. (sertifikasi) ini akan terus berkelanjutan,” tandas Ajay.

Untuk mengejar target 20 ribu tanah tersertifikasi ditahun 2018, BPN Kota Cimahi menyiapkan lima posko mobile pendaftaran. Posko tersebut sudah dilengkapi peralatan pendaftaran.

“Kita siapkan posko mobile, bersama petugas BPN. Alat dibawa semua ke posko. Pelayanan kita online,” ujar Kepala BPN Kota CImahi Roni Alex Woruntu.

Posko mobile pendaftaran sertifikasi tanah itu hanya akan berlangsung hingga Agustus 2018.

Baca Lainnya

Herna Wati
Herna Wati

ijin Tanya, apa sekarang masih bisa ngurus sertifikat gratis, persyaratannya apa saja ?

19 Maret 2018 2:34 Balas