Limawaktu.id - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Cimahi terhalang dengan mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19).
Berdasarkan jadwal sebelumnya, tahapan lanjutan tersebut seharusnya dilakukan mulai akhir Maret lalu. Namun karena situasinya tidak kondusif, akhirnya pelaksanannya ditunda.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh mengatakan, tidak mungkin tahapan SKB dilakukan dalam waktu dekat ini. Sebab jelas akan bertentangan dengan anjuran pemerintah perihal phisycal dan social distancing.
"Rencana pelaksanaan masih menunggu kondisi sekarang," kata Ahmad saat ditemui, Senin (6/4/2020).
Sebelumnya, tercatat ada 3.116 peserta yang lolos tahapan seleksi administrasi CPNS di Kota Cimahi. Jumlahnya menyusut ketika memasuki tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang hanya diikuti 2.934 peserta.
Berdasarkan hasil SKD yang diumumkan 23 Maret lalu, tercatat 1.177 peserta memenuhi passing grade atau ambang batas nilai. Dari seribu lebih peserta yang memenuhi passing grade, hanya hanya 289 peserta yang berhak atas jatah SKB di Kota Cimahi, dimana setiap formasinya hanya diambil tiga nilai terbesar saja.
Ahmad mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat melalui rapat secara daring dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) 3 Jawa Barat, pihaknya baru diminta untuk menyiapkan tempat yang akan digunakan tahapan SKB nanti.
Pelaksanaan SKB khusus CPNS Kota Cimahi akan dilaksanakan di Kantor BKN Kanreg 3 Jawa Barat, Kota Bandung. "Karena kita sedikit, jadi bisa difasilitasi BKN," ucapnya.
Para peserta yang lolos tahapan SKD tersebut akan memperebutkan 99 formasi CPNS di Kota Cimahi. Rinciannya, tenaga kesehatan dengan yang mendapat 10 formasi. Rinciannya, 7 Apoteker, 1 Spesialis Paru, 1 Radiografer dan 1 Terapis wicara.
Kemudian tenaga kependidikan sebanyak 85 formasi, dengan rincian Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 18 formasi, Guru Bimbingan Konseling (BK) 10 formasi, Guru Kelas 38 formasi, Guru Bahasa Indonesia 8 formasi dan Guru Penjasorkes 11 formasi.
Dari 99 formasi yang dibuka, hanya spesialis paru yang tidak ada pendaftarnya. "Kita masih menunggu jadwal selanjutnya dari BKN. Pusat juga kan tentunya menyesuaikan dengan kondisi sekarang," pungkasnya.