Kamis, 27 Agustus 2020 15:34

Jabar Siap Buka Sekolah, Ada Tapinya....

Reporter : Fery Bangkit 
Para Siswa di Kota Cimahi Saat Mengahdiri Acara Disbudpapora Kota Cimahi Beberapa Waktu lalu.
Para Siswa di Kota Cimahi Saat Mengahdiri Acara Disbudpapora Kota Cimahi Beberapa Waktu lalu. [Foto Istimewa]

Cimahi - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan secara keseluruhan Jawa Barat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka ditengah pandemi virus korona atau Covid-19.

Namun untuk kepastian kapan pembukaannya, kata Uu, tergantung kesiapan sekolah. Termasuk kesepakatan dengan orang tua dan komite sekolah, meskipun secara Operasional Prosedur (SOP) sudah dianggap matang.

"Kalau Jabar sudah siap ya karena sudah digembor-gemborkan sejak awal," kata Uu saat ditemui usai menghadiri acara International Course of One Asia Community dengan Tema "Exploring Ideas In Entrepreneurship Within Asia Community di Taman Kehati Cimenteng, Kota Cimahi, (27/8/2020).

Seperti diketahui, sejak mewabahanya pandemi virus korona, aktivitas sekolah disemua jenjang pendidikan dihentikan sementara untuk mencegah penularan. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring atau online.

Dikatakan Uu, pelaksanaan belajar tatap muka di Jawa Barat nantinya akan mendapat bantuan pengawasan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Selain itu, dirinya berharap para orang tua membantu dalam memberikan pengertian kepada anak-anaknya agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Kami berharap semua lapisan masyarakat bisa membantu tentang suksesnya proses belajar tatap muka di Jabar ini.
Bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab bersama" ujarnya.

Khusus di Kota Cimahi, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna tak ingin gegabah dalam membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Apalagi saat ini pandemi virus korona masih belum berakhir.

"Saya tidak mau coba-coba. Buka sekolah secepatnya bukan solusi jangan sampai tidak disiapkan dengan matang," tegas Ajay.

Secara teori medis, terang Ajay, anak-anak masih rentan terpapar virus korona disamping Lansia. Apalagi khususnya anak sekolah dasar yang memang agak sulit untuk diatur.

"Lihat punya teman bagus maskernya lalu bertukar, agak sulit untuk harus pakai masker terus," ucapnya.

Dengan masih adanya penyebaran virus korona itu, kata Ajay, acuan Pemkot Cimahi untuk membuka sekolah kemungkinan besar tahun depan atau semester II tahun ajaran 2020-2021.

 "Kita masih acuannya kemungkinan sekolah dibuka Januari 2021 saja," ucap Ajay.

Meski belum dipastikan kapan sekolah akan menggelar tatap muka, lanjut Ajay, pihaknya tetap melakukan persiapan secaraa matang. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pendidik.

Para tenaga pendidik khususnya guru akan dilakukan tes Covid-19 baik secar swab maupun rapid. Deteksi dini tersebut sudah dilakukan dan akan berlangsung hingga awal September mendatang.

"Ini bukan dalam artian akan segera sekolah tatap muka, enggak juga. Ini bagian dari persiapan menuju kesana, tapi kalau dalam waktu dekat belum dulu," ujarnya.

Baca Lainnya

Topik Populer