Senin, 27 November 2017 16:30

Jabar Peringkat Ketiga Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Pelatihan Paralegal LBH Sumedang Larang dan Majelis Adat Sumedang Larang.
Pelatihan Paralegal LBH Sumedang Larang dan Majelis Adat Sumedang Larang. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kekerasan terhadap perempuan itu seperti fenomena gunung es. Karena rendahnya pemahaman dan ketidakberanian korban untuk melakukan pelaporan, temuan dilapangan tidak berbanding lurus dengan angka pelaporan. Demikian pernyataan Susane Febriyati, SH. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sumedang Larang, kepada Limawaktu.id, Senin (27/11/2017).

Berdasarkan data Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ketiga yaitu 1.377 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan prosentase 75 % terjadi dalam ranah personal atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), peringkat pertama diduduki Provinsi DKI Jakarta yakni 2.552 kasus dan menyusul Provinsi Jawa Timur peringkat kedua, 1.635 kasus.

Terkait hal tersebut, LBH Sumedang Larang mengambil peran dalam Kampanya Anti Kekerasan Terhadap Perempuan selama 16 hari mulai dari tanggal 25 November sampai 10 Desember.

"Dipilihnya rentang waktu tersebut secara simbolik mengisyaratkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran HAM, dan merupakan hari internasional,"  jelasnya.

Selama ini LBH telah melakukan program pelatihan paralegal yang bekerjasama dengan Majelis Adat Sumedang Larang, selain itu juga menangani kasus bagi korban kekerasan, serta membangun jejaring untuk menangani dan mencegah secara kolektif kekerasan terhadap perempuan.

"Sosialisasi regulasi yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak sampai ke desa-desa, sekolah dan organisasi perempuan di Sumedang menjadi program kami kedepan", tuturnya.

"Saya berharap masalah perempuan dan anak di Sumedang tidak dibawah Dinas Sosial akan tetapi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)," pungkasnya. (jk)*