Bank Sampah Induk Kabupaten Ciamis melakukan pelayanan jemput sampah ke rumah warga
Bank Sampah Induk Kabupaten Ciamis melakukan pelayanan jemput sampah ke rumah warga [Instagram@banksampahciamis]
News

Inovasi Persampahan Kabupaten Ciamis Tekan Residu Secara Minimal

Limawaktu.id, Ciamis, -- Permasalahan sampah di Kabupateun Ciamis meningkat setiap tahunnya. Hal ini sering terjadi dengan meningkatnya jumlah penduduk, namun berbeda halnya dengan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang beberapa tahun ini dianggap mampu mengelola dan menangani sampah dengan baik dan menjadi inspirasi daerah lain.

Pemkab melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis mampu menekan residu sampah yang dibuang ke TPA hingga pengelolaan sampah di Ciamjs dapat diatasi dengan baik.

Inovasi dan program dilakukan Pemkab Ciamis dalam penanganan sampah. Mulai dari pembangunan bank sampah secara masif, pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle), serta TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang berada diseluruh Desa di Kabulaten Ciamis.

Dalam inovasi penanganan sampah yang bernuansa sosial yakni adanya sedekah sampah. Yang dimana, Pemkab Ciamis menyediakan sejumlah tempat sampah khusus. Nantinya sampah itu diuangkan dan hasilnya disumbangkan untuk kegiatan keagamaan dan lainnya.

Ada pasukan ungu yang berjumlah ratusan untuk bertugas membersihkan sejumlah ruang terbuka hijau hingga jalan raya setiap harinya. Para petugas pun siaga melakukan pembersihan sampah ketika selesai even-even besar digelar di jantung Kota.

Kabid Kebersihan  DPRKPLH Irwan mengatakan "Dalam penanganan sampah di Ciamis, kami melakukan pengolahan sampah yang nantinya residunya akan dibuang ke TPA. Selain itu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengurangan sampah", katanya,  Selasa, 16 September 2025.

Dari sekian inovasi dan program penanganan sampah di Ciamis, yang paling menjadi perhatian lahirnya Bank Sampah di setiap desa dan kelurahan. Berawal dari didirikannya Bank Sampah Induk di wilayah perkotaan tahun 2017.

Pengelolaan bank sampah tersebut melayani nasabah kelompok dari instansi pemerintahan, swasta, perusahaan, toko, dan kelompok masyarakat lainnya. Seiringnya waktu, didirikan bank sampah unit di setiap Desa dan Kecamatan.

Bank Sampah Induk menampung sampah-sampah dari ratusan unit untuk dikelola dan hasilnya menjadi uang yang ditabung oleh nasabah atau masyarakat. Sampah yang ditampung bukan hanya plastik, namun juga sampah organik hingga minyak jelantah. Hadirnya bank sampah yang operasionalnya terstruktur ini, membuat pengelolaan sampah di Ciamis lebih maksimal.

"Pengurangan residu sampah yang dibuang ke TPA mencapai 15 persen. Residu yang diangkut ke TP Ciminyak 70 ton per hari dan TPA Sindangrasa 30 ton per hari," ungkap Irwan

 Bank sampah Ciamis juga telah menjadi rujukan studi, tiru dari berbagai daerah dalam pengelolaan sampah. Baik dari pemerintahan tingkat kabupaten/kota atau provinsi di Indonesia, perguruan tinggi hingga organisasi.

Pengelolaan bank sampah di Ciamis berbeda dengan sistem jual beli rongsok. Dalam bank sampah, masyarakat diberikan edukasi dan juga berbasis pemberdayaan. Jadi bukan hanya sekadar menjual sampah, namun juga diberikan pengetahuan bagaimana cara mengelola sampah dari rumah.

Sejumlah bank sampah unit di sejumlah daerah Ciamis pun memiliki inovasi tersendiri dalam meningkatkan keikutsertaan masyarakat. Seperti contohnya bank sampah di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, masyarakat menabung sampah.

Baca Lainnya

Topik Populer