Senin, 14 November 2022 19:05

Innovillage Tel-U Gelar Pelatihan Konten Selaawi Smart Market

Penulis : Iman Nurdin
Dosen Digital Public Relation (DPR) Telkom University, Choiria Anggraini memberi materi pembuatan konten pada website bernama Smart (Selaawi Smart Market) di Aula Desa Mekarsari, akhir pekan lalu
Dosen Digital Public Relation (DPR) Telkom University, Choiria Anggraini memberi materi pembuatan konten pada website bernama Smart (Selaawi Smart Market) di Aula Desa Mekarsari, akhir pekan lalu [Istimewa]

Limawaktu.id– Julukan Selaawi Kota Bambu rupanya slogan yang terus digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam beberapa tahun ini. Potensi alam yang melimpah didukung sumber daya manusia (SDM) yang produktif sangat memungkinkan untuk mewujudkan Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, sebagai ibu kota bambu di tanah air.

Optimisme Selaawi sebagai sentra bambu ini pun terlihat dari antusiasnya para peserta workshop/pelatihan konten bagi pengrajin bambu yang digelar oleh Si SMART Top 150 Innovillage dari Telkom University. Belasan pengrajin bambu asal Desa Mekarsari, Selaawi, tersebut mengikuti setiap tahapan pembuatan konten pada website bernama Smart (Selaawi Smart Market) di Aula Desa Mekarsari, akhir pekan lalu.

“Pembuatan website SMART ini merupakan salah satu bentuk inovasi kami (Tim Si Smart) dalam merancang etalase digital bagi para pengrajin bambu Desa Mekarsari,” ujar dosen Digital Public Relations (DPR) Telkom University, Choiria Anggraini.

Menurut Choir, website dan tiap platform media tidak boleh dibiarkan tanpa konten. Harus ada informasi terbaru yang diberikan sehingga website tetap menarik. Pengrajin dan produk kerajinannya sebagai objek utama pada website SMART, harus berperan aktif dalam meningkatkan kebutuhan informasi pada halaman website.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Kecamatan Selaawi Indra Gahara dan turut dihadiri oleh Kepala Desa Mekarsari Ajie Nugraha. Fitur pada website SMART memungkinkan pengrajin untuk mempromosikan produk kerajinan bambu yang dipasarkan melalui marketplace, memberikan pelatihan mengenai bambu, serta berinteraksi layaknya media sosial. 

Sementara itu, Indra menambahkan, Desa Mekarsari sebagai desa yang tergolong unggul dalam bidang kerajinan seni bambu, sudah seharusnya memiliki pengrajin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Terlebih dengan perkembangan yang membuka peluang pasar lebih besar, maka kemampuan digital merupakan aspek penting yang harus dimiliki para pengrajin,” ucapnya.

Workshop pelatihan konten merupakan rangkaian pelatihan pertama yang diberikan kepada pengrajin Desa Mekarsari. Workshop berikutnya adalah pelatihan mengenai pengoperasian website yang dilaksanakan pada Jumat (18/11/2022). Berbeda dengan sebelumnya, pelatihan kedua secara lebih intensif kepada perangkat Desa Mekarsari sebagai digital squad yang nantinya mengelola website SMART secara mandiri. (*)

Baca Lainnya