Jumat, 25 Januari 2019 12:50

Innalilahi, DBD Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun Asal Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Virus Demam Berdarah Dangue (DBD) merenggut bocah usia 5 tahun bernama Muhammad Riski Aditia.

Anak yang berasal dari Kampung Cigugur Tengah RT 04/08, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi meninggal, Kamis (24/1/2019) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.

Baca Juga : Beda Kasus DBD Januari 2018 dengan Januari 2019 di Cimahi

Ratna (46), ibu korban menuturkan, gejala awal yang dialami anak ketiganya itu berawal dari demam tinggi sejak 16 Januari lalu. Kemudian, ia dan suaminya membawa Riski ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cigugur Tengah, keesokan harinya.

"Sudah pulang dari Puskesmas diberi obat tapi pas diminum gak bisa masuk dan langsung muntah," ujarnya saat ditemui di kediaman orangtuanya, Jumat (25/1/2019). 

Baca Juga : Kasusnya Sudah Sampai 220, KBB Dianggap Darurat DBD

Kemudian, Riski dibawa ke Rumah Sakit Avisena, Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Hasilnya, korban diagnosis sakit radang tenggorokan dan panas. Setelah mendapat perawatan, anaknya membaik selama empat hari. 

Namun, pada Selasa kemarin, kesehatannya menurun, diikuti mengeluarkan darah dari mulut. Kemudian keesokan harinya, dibawa ke Puskesmas Cigugur Tengah dan dirujuk ke RSUD Cibabat 

Baca Juga : Putus Rantai Nyamuk DBD, Ratusan Ikan Cupang di Sebar di Cimahi

"Langsung ditangani di ruang perawatan intensif. 4 (Empat) hari panasnya turun kemarin itu ternyata bukan sehat tetapi trombositnya menurun," terangnya.

Setelah mendapat pemeriksaan dari RSUD Cibabat, ternyata Riski terkena wabah DBD dan virusnya sudah mencapai ke otak. Meski begitu, katanya kondisi anaknya masih bisa berkomunikasi. 

"Virus sudah nyebar tapi tetap sadar terus Bagian pembuluh darah pecah dan keluar darah dari hidung dan telinga," katanya.

Sementara itu, ayahnya, Ujang (48) mengaku anaknya saat sakit mengeluhkan sakit di bagian punggung dan terdapat bintik-bintik merah. "Sebelumnya gak pernah ada yang DBD disini. Baru sekarang. Anak laki-laki satu-satunya, kakaknya dua-duanya perempuan," katanya.

Dirinya menambahkan, dari pihak kelurahan dan Puskesmas telah datang ke rumahnya untuk meminta keterangan. "Anak saya itu belum sekolah tapi ingin ke belajar di TK pakai mobil yang jauh. Ya sekarang diantar mobil (jenazah)," katanya.

Sementara itu, ketua RT 02 Amang mengungkapkan kedua orang tua almarhum tinggal di kontrakan di RT 02. Namun saat ini tengah berada di rumah orangtuanya di RT 04. Menurutnya, hingga saat ini belum ada upaya pemberantasan sarang nyamuk di daerah tersebut. Sebab, warga yang meninggal akibat DBD baru pertama kali sekarang. 

"Baru rencana mau sekarang dilakukan fogging," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi menjelaskan, Riski memang sempat dibawa ke Puskemas Cigugur Tengah. Kemudian, pihak dokter mengintruksikan agar korban itu diperiksa kembali dua hari kemudian jika tak ada perubahan.

"Tapi ternyata dianggap. Dirujuknya sudah terlambat," tandasnya. 

Baca Lainnya