Jumat, 4 Mei 2018 14:59

Ini Alasan Tagihan Pajak Bumi dan Bangunan 2018 Meningkat

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- kenaikan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (pbb) yang dikeluhkan masyarakat khususnya di Kota Cimahi pada 2018 terjadi karena adanya tagihan piutang PBB di masyarakat sejak 1995 yang ditagihkan pada 2018. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Cimahi Bambang Maulana, kepada Limawaktu.id, belum lama ini.

Menurut Bambang, piutang PBB di Kota Cimahi sesuai dengan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 148 Miliar, piutang tersebut saat ini ditagih kepada masyarakat untuk dilunasi.

Baca Juga : Bappenda Kota Cimahi Tampung Keluhan OP PBB Ganjil

“Kami melakukan cross cek kepada masyarakat atas piutang PBB ini, jika ada yang merasa ada kenaikan itu hal yang wajar,” sebutnya.

Namun, kata Bambang pihaknya agak tergesa-gesa dengan membagikan tagihan PBB tersebut yang mencapai 136 ribu wajib pajak, sehingga print out dari piutang yang harus dibayar oleh masyarakat terlambat untuk disampaikan.

Baca Juga : Warga Cipageran Keluhkan Kenaikan Pajak

“Sekarang kami sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kelurahan masing-masing sekaligus menyampaikan print out piutang yang ada di masyarakat dan membuat surat edaran,” jelasnya.

Sesuai dengan print out yang ada masyarakat bisa mencocokan piutang yang harus diliunasinya.Jika memang ada bukti mereka bisa melampirkannya untuk dilakukan revisi.

“Jika masyarakat memiliki bukti mereka bisa melaporkannya kepada kami, nantinya bukti tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menghapus piutang yang ada di masyarakat,” katanya.

Jika masyarakat tak memiliki bukti pembayaran PBB tahun-tahun sebelumnya, mereka bisa membuat surat pernyataan bahwa piutang yang ada sudah dibayar.

Baca Lainnya